LAM Pekanbaru Apresiasi Kebijakan Pegawai Pemko Kenalan Outer Melayu Setiap Kamis

LAM-Pekanbaru-Apresiasi-Kebijakan-Pegawai-Pemko-Kenalan-Outer-Melayu-Setiap-Kamis.jpg
Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kebijakan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang mewajibkan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengenakan outer melayu setiap hari Kamis mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

Kebijakan tersebut dinilai bukan hanya sekadar aturan berpakaian, melainkan bentuk nyata kepedulian dalam menjaga identitas serta warisan budaya Melayu di Kota Bertuah.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, mengapresiasi atas langkah tersebut.

“Kita Lembaga Adat Kota Pekanbaru tentu mendukung 100 persen kebijakan Datuk Bandar Setia Amanah (Agung Nugroho),” kata Datuk Seri Muspidauan, Jumat 22 Agustus 2025.

Menurutnya, penggunaan outer melayu menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus memperkuat karakter budaya masyarakat.


“Ini tentu bertujuan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan budaya Melayu di Pemko Pekanbaru, salah satunya lewat pemakaian baju melayu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muspidauan menilai kebijakan Agung Nugroho patut dicontoh karena mampu memadukan modernitas dengan akar budaya daerah.

“Ke depannya, kita berharap Wali Kota juga bisa menerapkan penggunaan bahasa Melayu di lingkungan kantor agar semakin kental nuansa budaya yang diwariskan leluhur,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menjelaskan, aturan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jati diri Melayu di tubuh Pemko.

"Karena Pemko Pekanbaru saat ini ingin lebih fresh, lebih baik, dan ditunjang dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait penggunaan baju dinas. Jadi setiap hari Kamis pakai outer melayu,” jelas Agung, Kamis 21 Agustus 2025.

Agung juga mengungkapkan alasan perubahan aturan berpakaian tersebut.

“Sebelumnya setiap Kamis para pegawai menggunakan pakaian olahraga di pagi hari,” tutur Agung. 

“Namun banyak yang tidak lagi berganti kemeja setelah berolahraga. Oleh karena itu, saya minta para pegawai menggunakan outer melayu setiap Kamis. Untuk pegawai non-ASN juga kita imbau supaya ikut memakai outer melayu,” tegasnya.