1.470 Anak Putus Sekolah di Pekanbaru Daftar Program Pendidikan Gratis

Ilustrasi-anak-sekolah6.jpg
Ilustrasi anak sekolah (DOK. Humas Kemenkeu)

RIAU ONLINE,  PEKANBARU – Sebanyak 1.470 orang anak putus sekolah mendaftar untuk mendapatkan biaya pendidikan gratis dari Pemerintah Kota (Pemko).

Program ini digagas untuk membantu anak-anak yang terhenti pendidikannya akibat kendala biaya agar bisa kembali bersekolah. Pendaftaran dilakukan melalui Posyandu di setiap kelurahan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan pendataan masih berlangsung hingga batas akhir pendaftaran.

"10 Agustus terakhir pendaftaran, kami mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka yang putus sekolah," ujarnya, Ahad 10 Agustus 2025.

Menurut Agung, para kader Posyandu gencar menjaring dan mendata anak putus sekolah di wilayah masing-masing. Ia memperkirakan jumlah pendaftar akan bertambah menjelang penutupan.


Agung mengajak para orangtua memanfaatkan kesempatan ini, termasuk bagi anak-anak yang ingin mengikuti pendidikan Paket A dan B.

"Ini kesempatan emas. Kita menggratiskan sekolah untuk anak-anak yang tidak mampu, termasuk yang mengambil sekolah Paket A dan B," jelasnya.

Agung mengungkapkan, banyak anak di Pekanbaru yang terpaksa berhenti sekolah karena menunggak biaya di sekolah swasta. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa mengambil ijazah atau rapor sehingga sulit melanjutkan pendidikan.

"Yang kita temukan, masih banyak anak-anak yang tidak sekolah. Karena sekolah sebelumnya di swasta, tapi tidak sanggup bayar tagihan atau terutang sehingga tidak dapat ijazah atau rapor yang membuat mereka putus sekolah," ungkapnya.

Bagi anak yang menghadapi kendala tersebut, Agung meminta orangtua segera melapor ke pihak kelurahan. Kelurahan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar anak tersebut bisa kembali bersekolah.

"Kita ingin memastikan semua anak di Pekanbaru punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan," pungkasnya.