RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hujan yang melanda sebagian wilayah Riau belum mampu meredam lonjakan titik panas (hotspot) di provinsi ini. Data terbaru mencatat, hingga pukul 23.00 WIB, jumlah hotspot di Riau mencapai 163 titik, menjadi yang tertinggi di Sumatera.
Sebaran titik panas ini didominasi oleh Kabupaten Rokan Hilir dengan 89 titik, disusul Bengkalis 41 titik, Dumai 13 titik, Indragiri Hilir 12 titik, Siak 7 titik, dan Indragiri Hulu 1 titik, Selasa, 5 Agustus 2025,
Kondisi cuaca pada hari ini menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang memang terjadi di beberapa wilayah, seperti Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, hingga Dumai.
Namun, hujan tersebut bersifat lokal dan sesaat, belum cukup untuk memadamkan titik-titik api yang tersebar luas di lahan gambut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan kondisi udara pada pagi hingga dini hari didominasi kabut asap dan awan tebal. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga masih membayangi sejumlah wilayah seperti Rokan Hulu, Bengkalis, dan Rokan Hilir pada malam hingga dini hari.
Meski kelembapan udara tinggi, mencapai 99%, suhu udara tetap panas dengan rentang 23,0 hingga 34,0°C. Sementara arah angin yang berhembus dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 10-30 km/jam, memperparah penyebaran asap dan bara api yang masih membara di permukaan maupun bawah tanah.
Kondisi inilah yang membuat upaya pemadaman titik api di Riau menjadi semakin kompleks. Selain faktor cuaca, karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah menjadi tantangan utama tim Satgas Karhutla.

