Lahan Terbakar di Tengah Kota Pekanbaru Bikin Warga Khawatir Kabut Asap

Lahan-Terbakar-di-Tengah-Kota-Pekanbaru-Bikin-Warga-Khawatir-Kabut-Asap.jpg
Tim gabungan berusaha padamkan kebakaran di lahan seluas 2,5 hektare di Kecamatan Bina Widwa, Jumat, 18 Juli 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini, amukan api melalap lahan kosong seluas hampir 2,5 hektare yang berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk, tepatnya di Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya, Kamis, 17 Juli 2025 sore.

Akibatnya, sebagian wilayah pusat Kota Pekanbaru mulai diselimuti kabut asap tebal yang membuat warga khawatir akan dampak kesehatannya.

Di lokasi kejadian menunjukkan kobaran api menjalar sangat cepat. Hamparan semak belukar yang kering, ditambah tiupan angin kencang, membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Tidak berselang lama, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru dan Polsek Bina Widya tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. 

Sebanyak 27 personel gabungan dan satu unit mesin pompa air dikerahkan dalam operasi ini. Setelah hampir satu jam berjibaku, akhirnya api berhasil dikendalikan.

Kapolsek Bina Widya, Kompol Ihut Manjalo Tua, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan awal dari Bhabinkamtibmas sekitar pukul 15.45 WIB.


"Kami langsung bergerak cepat ke lokasi bersama personel BPBD. Lahan yang terbakar merupakan lahan mineral dan luasnya diperkirakan mencapai 2,5 hektare," ujar Kompol Ihut, Jumat, 18 Juli 2025.

Ihut menambahkan, untuk memutus penyebaran api, tim melakukan penyiraman di dua titik sekaligus dengan bantuan pompa air. Hingga sore hari, proses pendinginan masih terus dilakukan guna mengantisipasi api kembali menyala.

"Alhamdulillah, api berhasil kami atasi. Saat ini kami masih menyelidiki penyebab kebakaran. Yang jelas, cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor utama cepatnya api menyebar ke seluruh area," lanjutnya.

Warga setempat, Haris (45), yang menjadi saksi awal kebakaran, mengungkapkan bahwa lahan yang terbakar merupakan milik warga setempat. Menurutnya, area tersebut semi gambut dan sebagian telah ditimbun.

"Api mulai terlihat sejak sore. Kami warga awalnya coba padamkan api dengan alat seadanya seperti pelepah sawit dan kayu, tapi karena angin kencang dan semaknya kering, api cepat membesar," jelas Haris.

Ia memperkirakan luas area yang terbakar bahkan lebih dari 2 hektare, karena api sempat merambat ke lahan sebelahnya.

"Mungkin hampir 3 hektare luasnya, karena bukan hanya satu petak lahan yang terbakar," tegasnya 

Meski berada di tengah kota, lahan yang terbakar masih minim perhatian dan rawan terbakar saat musim kemarau tiba.