RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di seluruh Indonesia per 1 Juni 2024. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan relaksasi ini berlaku untuk beras premium dan medium.
Kenaikan harga berdampak terhadap penjualan beras di pasar tradisional maupun ritel modern. HET beras premium di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung Rp 15.400. Naik dari Rp 14.400 per kilogram.
Sedangkan HET beras medium kini di harga Rp 13.100 per kilogram. Naik dari Rp 11.500 per kilogram.
Meski begitu, pedagang beras di pasar tradisional Kota Pekanbaru telah merasakan naiknya harga beras sejak awal tahun ini. Seperti diungkapkan Ujang (55), salah satu pedagang di Pasar Limapuluh.
"Ya sebenarnya harga beras terus naik sudah sejak awal tahun. Semoga tak berdampak lah kepada harga-harga lainnya," kata Ujang, Kamis 6 Juni 2024.
Dirinya mengatakan, saat ini harga beras premium dan medium masih cukup stabil. Seperti beras Pandan Wangi Rp 18.500 per kilogram, beras Sokan Solok Rp 17.500 per kilogram, beras Anak Daro Rp 17.000 per kilogram.
"Daya beli masyarakat sejauh ini masih aman lah ya, stabil," ungkapnya.
Dirinya masih memasok beras dari Provinsi Sumatera Barat yang harganya memang masih tinggi. Ia berharap pemerintah bisa menyalurkan lebih banyak stok beras subsidi.
"Semoga pasokan beras Bulog ke seluruh pedagang di Kota Pekanbaru lebih banyak, supaya dapat menekan harga beras lokal," tandasnya.

