Siswa Belajar Daring, Pengamat: Kualitasnya Harus Sama Seperti Tatap Muka

Belajar-daring4.jpg
Ilustrasi belajar daring/istimewa (istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau setiap kepala SMA/SMK dan SLB baik negeri maupun swasta memberlakukan sistem belajar daring, karena kabut asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. 

Menanggapi hal ini, Pengamat Pendidikan Afrianto Daud mengingatkan agar pihak sekolah menjaga kualitas pengajaran dengan sistem daring sama seperti sistem belajar tatap muka atau luring.

"Secara pribadi kita merasa sedih melihat pendidikan kita harus kembali daring. Kalaupun memang harus daring, kita minta agar sekolah menerapkan learning management system yang baik, jangan hanya sekedar zoom, dan memberikan tugas-tugas. Jangan sampai anak-anak malah jadi hanya tidur-tiduran di rumah dan tidak belajar," ujarnya, Selasa 10 Oktober 2023.

Selain itu, ia juga meminta agar Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Riau saling berkoordinasi. Sehingga kebijakan sekolah daring atau luring di masa kabut asap tidak bertentangan.


Hal ini berkaitan dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yang tetap bersikukuh memberlakukan sekolah tatap muka, karena indeks standar polusi udara dinilai belum membahayakan.

"Seharusnya koordinasi antara provinsi dan kota. Karena kabut asap kan menyelimuti keseluruhan daerahnya. Sehingga kebijakan yang diambil tidak aneh dan dipertanyakan masyarakat (Pelajar SMA libur, pelajar TK, SD dan SMP tetap sekolah)," jelasnya.

Ia juga meminta agar Disdik berkoordinasi kepada Dinas Kesehatan. Pasalnya, Dinas Kesehatan seharusnya lebih memahami apakah kualitas udara masih baik atau sudah cukup membahayakan kesehatan anak-anak.

"Itukan perlu untuk koordinasi kepada Dinas Kesehatan. Apakah daring saja, apakah tetap tatap muka dengan memakai masker dan mengurangi kegiatan luar ruangan," pungkasnya.