RIAU ONLINE, PEKANBARU – Performa PSPS Pekanbaru pada putaran ketiga Liga 2 Championship musim 2025/2026 masih menjadi sorotan. Tim berjuluk Askar Bertuah itu dinilai belum mampu menjaga konsistensi permainan, terutama saat berada dalam posisi unggul hingga akhirnya kehilangan poin di menit-menit akhir pertandingan.
Sejumlah hasil laga memperlihatkan pola yang hampir serupa. PSPS mampu tampil baik pada awal hingga pertengahan pertandingan, bahkan beberapa kali berhasil mencetak gol lebih dahulu. Namun, keunggulan tersebut kerap gagal dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan.
Penulis menilai persoalan utama bukan terletak pada kualitas menyerang, melainkan kemampuan mengelola jalannya pertandingan atau game management. Saat unggul, ritme permainan PSPS cenderung berubah drastis menjadi terlalu defensif, sehingga tekanan lawan meningkat.
Perubahan pendekatan permainan itu membuat jarak antar lini menjadi renggang. Lini tengah yang seharusnya menjadi penghubung permainan seringkali terlalu turun membantu pertahanan, sehingga lawan memiliki ruang untuk membangun serangan secara lebih leluasa.
Selain faktor taktik, aspek konsentrasi pemain juga dinilai menjadi penyebab kebobolan di penghujung laga. Gol menit akhir umumnya lahir dari kesalahan kecil seperti kehilangan penjagaan, terlambat menutup ruang, hingga komunikasi yang kurang solid di lini belakang.
Kondisi fisik pemain turut menjadi perhatian. Intensitas kompetisi yang tinggi membuat stamina pemain menurun di babak kedua, terutama ketika rotasi pemain tidak berjalan maksimal. Akibatnya, duel-duel penting dan perebutan bola kedua sering dimenangkan lawan pada fase akhir pertandingan.
Secara psikologis, PSPS juga dinilai masih menghadapi persoalan mental bertanding. Setelah unggul, permainan terlihat lebih berhati-hati dan cenderung fokus mengamankan skor dibanding tetap menekan lawan. Situasi ini justru memberi kesempatan bagi tim lawan untuk meningkatkan agresivitas.
Di sisi lain, respons terhadap perubahan taktik lawan juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa tim lawan mampu membaca pola permainan PSPS dan meningkatkan serangan melalui sektor sayap atau bola langsung di babak kedua, sementara adaptasi yang dilakukan PSPS dinilai belum cukup cepat.
Kondisi tersebut membuat PSPS masih tertahan di papan bawah klasemen sementara, meski secara kualitas permainan tim sebenarnya mampu bersaing. Evaluasi menyeluruh, baik dari sisi strategi, mentalitas, maupun kedalaman skuad, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin memperbaiki posisi di klasemen.
Tanpa perbaikan dalam menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan, peluang meraih poin penuh akan terus terlepas, sekaligus menyulitkan langkah PSPS untuk keluar dari tekanan persaingan Liga 2 musim ini.

