RIAU ONLINE, SIAK – Bupati Siak, Dr. Afni Z, untuk pertama kalinya bertindak sebagai Pembina Upacara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak pada Senin pagi 7 Juli 2025.
Dalam amanatnya, Afni menyampaikan delapan poin penting yang sarat dengan pesan moral dan penguatan etos kerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Pemkab Siak.
Ia mengawali pesannya dengan mengajak seluruh pegawai untuk selalu menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT dalam setiap langkah pekerjaan.
“Ketakutan kepada Tuhan akan melahirkan rasa diawasi setiap saat. Sehingga saat bekerja, dilakukan bukan untuk menyenangkan pimpinan, tapi karena ingin menjadi hamba yang baik di mata Tuhan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam menjalani profesi sebagai abdi negara. Ia menyebutkan, menjadi ASN adalah sebuah karpet merah pengabdian, namun juga penuh godaan duniawi.
“Jadilah abdi negara yang baik. Layani masyarakat dengan niat sebagai bekal untuk akhirat yang kekal,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar seluruh jajaran bekerja secara profesional dan tidak terlibat politik praktis. Menurutnya, ASN telah mengucapkan sumpah kepada Tuhan dan rakyat.
“Jangan cawe-cawe berpolitik. Jaga diri dan batasan. Ingat, rakyat ikut mengawasi,” katanya.
Dalam hal kedisiplinan, Bupati menegaskan pentingnya hadir tepat waktu dan melayani masyarakat dengan cepat dan senyum yang tulus.
“Jangan lupa, dari uang rakyat kita digaji dan dihormati. Tampil sederhana dan jangan bermewah-mewah saat rakyat masih banyak yang susah,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya saling menghargai sesama rekan kerja, tanpa membeda-bedakan antara PNS maupun honorer.
“Kalau bisa dikerjakan sendiri, ya kerjakan. Jangan asal menyuruh hanya karena status ‘berbeda baju’. Pahami tanggung jawab masing-masing,” pesannya.
Di akhir amanatnya, Bupati menyampaikan keprihatinannya atas kondisi keuangan daerah yang belum stabil, sehingga beberapa hak pegawai belum dapat disalurkan sepenuhnya. Namun, pihaknya tengah berikhtiar agar komponen tertinggi dari Gaji ke-13 bisa segera dibayarkan.
“Efisiensi anggaran dan kondisi keuangan bukan alasan untuk mengurangi pelayanan terbaik kepada rakyat. Allah Maha Melihat, amal kebaikan insyaAllah tercatat dan dituntut kelak di akhirat,” tutupnya.
Dengan semangat yang disampaikan dalam amanat upacara tersebut, Bupati berharap seluruh jajaran terus bekerja dengan integritas, semangat, dan keikhlasan demi mewujudkan Siak Hebat Bermartabat.

