Target Vaksin Sulit Dipenuhi, DPRD Akan Panggil Pemko Pemkab

Ade-Hartati-Rahmat4.jpg
(Muthi Haura/Riau Online)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati menyebut vaksinasi sejauh ini baru selesai 17 persen. Ia meragukan bisa mencapai setengah targetnya diakhir tahun ini.

"Dari yang disampaikan bu Mimi (Kadiskes) kita memang pesimis bisa capai target 50 persen, tapi ini segera kita dudukan dengan pemerintah," ujar Ade, Kamis, 9 September 2021.

Perbedaan persepsi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota terkait jatah vaksin memperlambat perolehan vaksin di Riau.

Ia mengatakan, sebagian vaksin yang diberikan ke distribusikan ke daerah kerap disimpan untuk vaksinasi tahap dua. Padahal seharusnya segera dimaksimalkan.

"Permasalahan kita sampai saat ini masih 17 persen karena ada interpretasi yang berbeda. Contoh ada vaksin seribu, 500 disuntikkan, 500 disimpan untuk vaksin kedua. Ini kan menghambat jadinya," tambahnya.


Atas hal ini, ia mengatakan perlu kesepahaman terkait penggunaan jatah vaksin baik oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, serta TNI dan Polri.

"Kita akan segera rapat bersama pemerintah kota dan kabupaten termasuk juga TNI Polri untuk membangun kesepahaman soal vaksin ini,"

Ia menjelaskan Pemerintah Kota Kabupaten lah yang paling banyak berperan sebagai eksekutor pelaksanaan vaksinasi karena Pemprov hanya mencarikan dan mendistribusikan.

"Ini peran besarnya kabupaten kota karena di provinsi hanya pendistribusian vaksin, pelaksanaannya tetap di kabupaten kota," jelasnya.

Terkait dengan upaya mencari vaksin, ia mengatakan data dansm strategi penggunaan vaksinnya juga harus jelas sehingga mudah turun dari pemerintah pusat.

"Kita perlu jemput bola ke pusat. Tapi untuk itu kita perlu strategi dan progres jelas di lapangan," paparnya.