Pilkada 2020, Kampanye Lewat Media Sosial Dinilai Efektif Saat Pandemi Covid-19

aidil-hariis.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pengamat Komunikasi Politik, Aidil Haris menilai kampanye media sosial bisa menjadi alternatif kampanye daring. Minimnya kampanye daring di ditengah Pilkada saat Pandemi Covid-19 ini ditenggarai karena sulitnya prasarana.

"Lebih menarik sebetulnya jika kreativitas tim sukses bisa menarik simpati masyarakat. Pemanfaatan WhatsApp, Facebook, YouTube bahkan Tiktok bisa signifikan sebetulnya di masa pandemi ini," ujarnya kepada RIAUONLINE.co.id, Kamis, 22 Oktober 2020.

Selain itu, Haris menilai akses media sosial lebih murah dibandingkan menggunakan model teleconference kampanye daring. Namun permasalahan sarana dan prasana internet tetap menjadi hambatan.

"Media sosial sebetulnya lebih efektif, tapi tetap saja masalahnya di sarana dan prasarana internet. Wilayah yang terjangkau provider mungkin lebih mudah."

Aidil menyarankan agar tim sukses menyeleksi wilayah-wilayah yang akses internetnya memadai dan tidak.

"Wilayah yang akses internetnya memadai bisa lewat kampanye medsos dan daring, wilayah yang tidak baru adakan pertemuan," jelasnya.

Aidil menilai dengan analisis yang tepat kampanye media sosial dapat dimaksimalkan.
"Setiap media punya karakteristik masing-masing. kalau tepat, bisa sangat efektif terhadap elektabilitas calon," ujarnya.

Namun Aidil menilai saat ini belum ada tim kampanye yang benar-benar kreatif.

"Tapi cukup disayangkan belum ada Paslon yang benar-benar kreatif, masih standar-standar saja" tutup Aidil.

Diketahui, KPU mempersilahkan kampanye menggunakan media sosial. Namun KPU memberi syarat agar Paslon mendaftarkan maksimal 20 akun tiap media sosial bagi calon Bupati/Walikota.