Dua Kecamatan Ini Bikin Tambahan Kasus Covid-19 di Kampar Kembali Meledak

Pasien-Corona22.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Setelah sempat menurun seiring pembatasan sosial berskala mikro di enam desa di tiga kecamatan yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru. Tambahan Kasus mengkonfirmasi positif di Kampar justru kembali meledak hingga 53 kasus dalam sehari.

 

Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Senin 19 Oktober 0 malam, lonjakan kasus covid-19 di Kampar justru berasal dari Kecamatan Kampar Kiri Tengah dan Tepung.

 

Pasalnya 27 dari 53 kasus terdapat di Kecamatan tersebut.

 

 

 

Tambahan Kasus mengkonfirmasi positif di Kecamatan Kampar Kiri Tengah bahkan mencapai 14 kasus dalam sehari.

 

Sedangkan Kecamatan Tepung mencapai 13 kasus. Sementara itu Kecamatan Siak Hulu dengan akumulasi kasus terbanyak justru hanya terdapat tambahan 6 kasus.

 

Di daerah lainnya, di Kecamatan Kampar ditemukan orang terkonfirmasi positif covid-19, Kecamatan Kampar Timur 4 kasus, Perhentian Raja 4 kasus.

 

Kemudian Kecamatan Kampar Kiri Hilir 2 kasus dan Kecamatan Kampar Utara 1 kasus.

 

Lonjakan kasus covid-19 di Kampar sebelumnya memang sudah diperkirakan hal ini seiring kerja sama yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas I Batam, Direktorat jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit kementerian kesehatan RI.

 

Dari kerjasama tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tidak hanya mengirim sampel uji swab ke Laboratorium yang ada di RSUD Arifin Achmad, tetapi juga dikirim sebagian ke Batam. Sehingga hasil uji swab bisa lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

 

"Hasilnya bisa diketahui lebih cepat yakni dua hari setelah sampel tersebut diterima oleh labor. Untuk pengiriman sampel, kami melakukannya dua kali dalam sepekan yakni pada hari Senen dan Kamis," ungkap Kepala Sukses Kampar Dedi Pambudi akhir pekan lalu.

 

Sementara itu tambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Pekanbaru masih didominasi Kecamatan Tampan sebanyak 17 kasus.

 

 

Kemudian Kecamatan Marpoyan Tambah 11 kasus. Sedangkan di kecamatan lainnya, kasus tambahan hanya tercatat dibawah 8 kasus.