Kiat Sehat Mental Saat Pandemi Covid-19

rolcast.jpg
(fitri)

Laporan : Hidayatul Fitri

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, khusunya Indonesia, boleh dikatakan tidak ada satu orang pun tidak terdampak. Permasalahan baru banyak muncul imbas Covid-19.

Tidak hanya secara fisik dan materi, Covid-19 juga menyebabkan gangguan secara psikologis.

“Semua orang yang dalam keadaan tidak normal seperti pandemi Covid-19 pasti mengalami stres,” kata Psikolog Klinis asal Pekanbaru, Nilam.

Saat pandemi kendala setiap orang sangat beragam dengan berbagai aspek kehidupan yang dijalani.

“Hambatan yang dihadapi setiap orang berbeda-beda karena kemampuan seseorang untuk beraktifitas juga memiliki skala yang berbeda pula,” ujar Nilam di acara ROLCAST, Sabtu, 10 Oktober 2020, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Dunia.

Mental yang sehat itu adalah ketika seseorang memiliki masalah, namun orang tersebut bisa mengelola masalahnya dengan baik.

“Walau dalam keadaan banyak tekanan hidup tetapi seseorang bisa tetap berguna dan produktif itu indikasi ia memiliki mental yang sehat,” ujarnya.

Kondisi pandemi ini membuat orang lebih sadar akan kesehatan mental. Ini dibuktikan dengan mulai banyaknya media atau aplikasi yang menyediakan konsultasi secara online.

Kondisi pandemi mengharuskan manusia untuk beradaptasi di era new normal.

Menanggapi situasi pandemi perlu untuk menjaga hubungan dengan orang terdekat yang bisa menjadi support system ketika lingkungan orang terdekat biasa sebagai sumber energi untuk bangkit.

“Sekarang kalau mau tetap berhubungan dengan orang terdekat tidak harus ketemu karena sudah bisa secara virtual seperti video call melalui media sosial,” katanya.

Selanjutnya, penting untuk mencari peluang hal yang dapat dilakukan saat pandemi.

“Harus ada rencana B dalam hidup ketika tujuan utama kita tidak bisa tercapai,” ujarnya.

Kesehatan psikologis dan fisik saling berkaitan. Jika mental kita tidak sehat akan ada reaksi tubuh menunjukkan gejala suatu penyakit. Begitu pula sebaliknya.

Hal tersebut menyebabkan adanya pesan untuk tetap menjaga mental tetap bahagia di masa pandemi sehingga imunitas tubuh tidak menurun.

Jika imunitas menurun dikhawatirkan akan mudah terserang penyakit seperti tidak mampu menahan Covid-19 bereaksi dalam tubuh.