Hadiri Peringatan Hari Kontrasepsi se-Dunia, Bupati Alfedri: Berencana itu Keren

alfedri-hadiri-acara-KB.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, SIAK - "Apa kabar ibu semoga sehat ya," Sapa Bupati Alfedri kepada ibu-ibu peserta aseptor di puskesmas Sabak Auh, Kamis (10/9/2820).

Saat itu Alfedri bersama Kepala BKKBN Riau Mahdalena melihat bakti sosial pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) usai acara Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia.

Suami Rasidah yang saat itu mengenakan batik Siak mengajak ibu-ibu untuk ikut program pemerintah yaitu cukup dua anak saja dengan tagline "Berencana itu Keren".

"Jangan banyak anak ya buk, cukup dua anak saja ikut program pemerintah. Semoga anaknya kelak bisa jadi bupati," ucap Alfedri kepada salah seorang akseptor asal kampung Bandar Sungai.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau Mahdalena mengatakan, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kontrasepsi dan mengupayakan generasi muda untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual.

Kampanye Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) pertama diluncurkan di seluruh dunia pada 26 September 2007.

"Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tidak boleh dijadikan perayaan seremonial saja, tetapi juga harus kita manfaatkan momen ini untuk terus menggalakan kembali Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Penyediaan layanan kontrasepsi dan integrasi konsep pelayanan yang berbasis komunitas, telah berhasil menurunkan angka kelahiran, angka kematian ibu dan berkontribusi pada peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi," ungkapnya.

Terangnya, saat ini BKKBN lebih mengedepankan program keluarga, sesuai cita-cita presiden indonesia. Indonesia maju tentu akan dilahirkan oleh masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang berkualitas. Tentu di bentuk dari keluarga yang berkualitas.

"Keluarga yang berkualitas ini tentu dibentuk dari remaja-remaja yang akan melangsungkan pernikahannya, dan remaja ini kita jamin siap berumah tangga tentu remaja yang berkualitas juga," terangnya.

Kegiatan itu bertema bantuan sosial, target pelayan KB metode kontrasepsi jangka panjang, dalam rangka memperingati hari Kontrasepsi Sedunia. Namun disayangkan, target yang ditetapkan untuk Riau baru mencapai 58 persen, sementara untuk Siak angka partisipasi masyarakat hanya 28 persen artinya jauh dari target yang ditetapkan BKKBN wilayah Riau.

Hadir pada acara itu kepala BKKBN wilayah Riau, Camat Sabak Auh, Ketua Darma Wanita Persatuan kabupaten Siak (DWP), Kepala Dinas NP3KB kabupaten Siak, Kepala Puskesmas Sabak Auh, tokoh masyarakat, kepala postu serta ratusan kader posyandu se-kecamatan Sabak Auh.