Pendekatan Landscape sebagai Upaya Atasi Persoalan Gambut di Riau

gambut-riau.jpg
(wayan)

Laporan: WAYAN SEPIYANA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Restorasi Gambut (BRG), Rabu, 2 September 2020, mengadakan Focus Grup Discussion (FGD) tingkat Provinsi Riau, bertempat di Hotel Premiere Pekanbaru.

Tujuan FGD ini sebagai upaya membangun komitmen bersama dalam restorasi gambut di Riau.

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG Dr Myrna A Safitri, menyampaikan dalam lima tahun pertama penyelenggaraan restorasi gambut ini sebagai upaya reaksi cepat dalam persoalan yang ada.

"Kita sangat memahami bahwa restorasi gambut itu tidak bisa dilakukan secara parsial, restorasi gambut harus bersifat integratif, dan landscape kesatuan hidrologis gambut (KHG)," katanya, saat menyampaikan arahan secara virtual.

Tidak hanya itu, agenda ini sebagai sebuah tempat yang penting untuk sama-sama mengintegrasikan seluruh kegiatan yang dilakukan.

"Namun, demikian dalam lima tahun pertama, karena tuntutan untuk segera merespon permasalahan penting pada ekosistem gambut, perihal terutama mencegah kebakaran hutan dan lahan serta pemerdayaan ekonomi masyarakat," ujarnya

Menurut Myrna, pihaknya belum mampu menyelenggarakan restorasi gambut lebih utuh melalui pendekatan Landscape tersebut.

Ia mengajak, kedepannya semua pihak harus mulai memikirkan bagaimana pendekatan landscape itu betul-betul dilaksanakan.

Maka perlu kerjasama bagi semua pihak, dalam empat tahun membangun kerjasama tersebut.

Misalnya kerja sama antar organisasi kemasyarakatan, antar tokoh masyarakat dan agama serta berbagai stakeholder lainnya.

"Oleh karena itu, acara ini dapat mendukung diskusi dan membangun kerjasama sampai di bawah tapak," pungkasnya

"Dengan adanya FGD ini semoga hasilnya, bisa menjalin kerjasama dengan baik, dan dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat."

Hadir pada acara FGD BRG tingkat Provinsi Riau, yaitu Sekretaris Daerah Riau Yan Prana Jaya, kepala kelompok kerja edukasi dan sosialisasi BRG, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, hadir juga perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dari Kabupaten Siak, Pelalawan, dan OPD lainnya.