SD Global Andalan Terapkan Strategi Efektif Belajar Daring

SD-global-andalan.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PANGKALAN KERINCI – Pandemi COVID-19 tak membuat kegiatan belajar-mengajar terhenti begitu saja. Pembelajaran secara daring adalah solusi yang paling efektif pengganti sementara belajar tatap muka bagi guru dan siswa. Salah satunya SD Global Andalan yang menerapkan sejumlah strategi belajar daring selama Pandemi COVID-19.

Manajer Yayasan Kerinci Cinta Kasih (YKCK), Jansen Yudianto mengatakan saat pembelajaran daring, para guru harus kreatif menyajikan materi yang mudah dimengerti dan bermakna sehingga siswa tidak bosan dan tetap produktif di rumah. Menurutnya cara tersebut menjadi tantangan bagi guru untuk mengembangkan diri melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring.

“Pembelajaran seperti ini menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi era revolusi industri 4.0. Siswa juga perlu untuk berpikir kritis saat online classroom dilakukan,” jelas Jansen, Minggu (2/8) di Pangkalan Kerinci.

Jansen menambahkan metode pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) dengan strategi Flipped Classroom diterapkan sekolah yang berada di komplek PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), APRIL Group di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Strategi ini menjawab kebutuhan siswa saat pembelajaran daring dengan membuat sebuah proyek atau aktifitas tertentu sebagai media belajar. Sistem ini merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan investigasi secara mendalam terhadap suatu topik. Kegiatan ini mendorong siswa untuk melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

“Kolaborasi metode PjBL dengan Flipped Classroom ini bertujuan agar siswa lebih aktif dalam memecahkan suatu masalah, meningkatkan keterampilan dalam mengelola alat dan bahan untuk menyelesaikan tugas atau proyek bersama dalam kelompok,” tutur Jansen.

Selain itu, dilanjutkan Jansen, pembelajaran tematik dengan Flipped Classroom dikembangkan juga pada pendekatan Science, Technology, Engineering, Math (STEAM). Menurutnya, pendekatan STEAM ini sangat sesuai dengan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Guru memberikan tugas atau proyek dengan mengaitkan pada beberapa muatan pelajaran. Kemudian siswa dituntun menjadi pemecah masalah, penemu, innovator, membangun kemandirian, berpikir logis, dan melek teknologi.

“Model pembelajaran ini efektif diterapkan kepada siswa SD karena siswa melakukan discovery (penemuan-red) secara mandiri. Dengan siswa melakukan discovery maka ia sudah belajar. Proses inilah yang disebut dengan belajar, yakni dari tidak tahu menjadi tahu,” ucapnya.

Jansen mengatakan strategi ini juga memberikan manfaat langsung kepada siswa. Siswa tidak setiap hari menghadapi gadget dan laptop sehingga mata mereka tidak lelah. Selain itu, siswa dapat menerapkan langsung dalam kehidupannya. Selain itu, keterampilan guru juga meningkat dalam menggunakan teknologi informasi. Guru dapat menciptakan dan memodifikasi video pembelajaran sendiri dengan menggunakan berbagai aplikasi. (rls)