Kapolsek Bunut Cek Lokasi Sungai Diduga Tercemar Limbah Cair PT Serikat Putra

Kapolsek-Bunut2.jpg
(Riau Online)
Laporan : RISKI APDALLI
 
RIAU ONLINE, BUNUT - Kepolisian Sektor (Polsek) Bunut menerima laporan dari mesyarakat bahwa telah terjadi pencemaran air atau lingkungan di Sungai Kerumutan, diduga akibat kebocoran atau meluapnya air limbah oleh air limbah pabri kelapa sawit (PKS) PT Serikat Putra.
 
"Ya kita mendapat laporan dari masyarakat terkait telah terjadinya pencemaran air sungai Kerumutan, yang diduga disebabkan oleh kebocoran/meluapnya air limbah pabrik kelapa sawit milik PT Serikat Putra," ungkap Kapolsek Bunut AKP Rokhani, MH, Kamis 30 Juli 2020.
 
Dari laporan tersebut, pihaknya turun langsung mengkrosscek areal yangbdi duga tercemar oleh limbah PKS PT Serikat Putra atau Sinar Mas Grup tersebut.
 
"Pada Rabu, 29 Juli 2020, kita telah pengecekan dan peninjauan terkait Adanya laporan dari masyarakat tentang pencemaran air sungai Kerumutan yang diduga disebabkan oleh kebocoran/meluapnya air limbah Pabrik kelapa sawit milik PT. Serikat Putra," terang Kapolsek.
 
Pengecekan yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Bunut AKP Rokhani didampingi oleh Kanit Bimas Polsek Bunut IPTU Turmin, diikuti 5 orang anggota Polsek Bunut Polres Pelalawan, serta dihadiri oleh Hardiansyah Pulungan selaku askep pabrik PT. Serikat Putra.
 
Dari pengecekan, itu ditemukan beberapa hasil dengan lebih kurang sebanyak empat uraian untuk proses penindakan dan laporan lebih lanjut. 
 
Pertama, jelas Kapolsek Rokhani, di okasi kebocoran/meluapnya air limbah dari kolam III yang berada di Land Aplikasi Blok E 11 Kebun Lubuk raja Desa Sialang godang Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan,
 
Kedua, bahwa kolam berukuran lebkur 4 x 6 meter kedalaman lebkur 1,5 meter yang diduga mengalami kebocoran/meluapnya air limbah pada dinding sebelah kanan kolam,
 
Kedua, Jarak antara kolam yang mengalami kebocoran/meluapnya air limbah ke parit kebun kelapa sawit lebkur 150 meter dan jarak antara parit dengan ailran anak sungai Kerumutan lebkur 3 kilo meter.
 
Dan keempat, bahwa air sungai Kerumutan yang ditemui oleh masyarakat Kelurahan Rawang Empat,Kecamatan Bandar Petalangan berubah menjadi berwarna hitam.
 
"Selama giat pengecekan/peninjauan berlansung aman dan kondusif," pungkasnya, kepada RiauOnline.co.id