Kasihan, Balita 4 Tahun Positif Covid-19 karena Tertular dari Sang Ibu

Balita2.jpg
(shutterstock)

Laporan LUKMAN PRAYITNO

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau mencatat penambahan 6 pasien kasus positif covid-19 pada Rabu 29 Ju;i 2020.

Satu di antaranya merupakan balita berusia 4 tahun yang tertular dari ibunya yang juga pasien positif covid-19.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir kepada kepada Riau Online.

Dikatakannnya, balita perempuan berinisial AZE (4) warga Pekanbaru tersebut sudah diisolasi dan dirawat.

"AZE memiliki riwayat penyakit kelenjar TB di bagian leher sejak tahun 2017-2018, dengan riwayat minum obat OAT
selama 6 bulan. Kemudian melakukan Swab pada 27 Juli 2020 dengan hasil positif. Ternyata AZE ini merupakan anak dari Kasus positif ke-356 nyonya SA (32) tahun," ungkapnya.

Selain AZE, pasien 410 tuan RM (46) juga merupakan warga Pekanbaru yang memiliki keluhan batuk.

REM melalui Rapid Test dengan hasil reaktif dan dilakukan pengambilan Swab pada tanggal 26 Juli 2020 dengan hasil dinyatakan Positif Covid-19. RM merupakan suami dari kasus positif ke 315 nyonya AF (47).

Selain dua warga Pekanbaru, tiga kasus terdapat di Siak.

Ketiga pasien positif warga Siak tersebut yait nyonya EYS (35) yang tertular dari kasus covid-19 ke 255 tuan N (50).

"Kemudian nyonya FY (36) juga tertular dari tuan N. Sedangkan kasus ketiga di Siak yaitu nyonya TIW (36) tertular dari suaminya Tn TF (39). Sedangkan pasien keenam merupakan warga Rokan Hilir yaitu tuan JD. Ia baru kembali dari pelatihan di Kabupaten Kampar pada  tanggal 8-12 Juli 2020," jelas Mimi.

Usai pelatihan JD memiliki keluhan batuk, flu, dan susah menelan.

Sehingga dilanjutkan dengan pengambilan Swab pada tanggal 22 Juli 2020 dengan hasil 
dinyatakan Positif Covid-19.

Selain penambahan enam kasus positif covid-19, Mimi mengatakan ada sebanyak 17 pasien positif yang sembuh dan dipulangkan.

Sehingga pasien kasus positif covid-19 yang masih dirawat yaitu sebanyak 115 orang.