Rusak Sejak 2018, Alat Berat Excavator Milik Dinas Pertanian Kuansing Mulai Berkarat

excavator-rusak.jpg
(istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Alat berat jenis excavator milik Dinas Pertanian Kuansing kondisinya saat ini sudah mulai berkarat terutama pada bagian rantai. Kaca bagian bawah juga terlihat sudah pecah.

Alat berat tersebut sudah parkir di Workshop milik UPT Alkal Dinas PUPR Kuansing sejak 2018 lalu. Alat berat excavator merk JCB JS 200 diduga belum pernah mendapatkan perbaikan.

"Sejak 2018 alat berat milik Dinas Pertanian sudah diparkir di sini," ujar salah seorang pegawai UPT Alkal Dinas PUPR Kuansing, Jumat, 19 Juni 2020.

Dirinya juga tidak mengetahui apa kerusakan pada alat berat tersebut. Alat berat, katanya, sudah ada sejak 2018 lalu diparkir di UPT Alkal. "Lama-lama kalau tidak diperbaiki mungkin slangnya juga bakal rusak," katanya.

Menurutnya, kerusakan bisa semakin parah apabila lama-lama dibiarkan diparkir. Apalagi alat berat tersebut diparkir dilahan terbuka terkena hujan dan panas.

Rusaknya alat berat tersebut sempat mendapatkan sorotan anggota DPRD Kuansing Sastra Febriawan. "Ada beberapa item pada Dinas pertanian yang tidak menghasilkan penerimaan bagi daerah termasuk alat berat ekscapator satu unit sekarang kabarnya ada di gudang," kata Sastra, Kamis, 11 Juni 2020 lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kuansing, Emerson mengatakan, kalau diperbaiki anggarannya diperkirakan Rp 150 juta. "Anggaran itu belum bisa pemda menyediakan," kata Emerson, Kamis, 11 Juni 2020 sore.

Apakah akan diprioritaskan tahun depan untuk perbaikan, disampaikan Emerson, tentu tetap diprioritaskan diusulkan melalui pihak-pihak berkompeten.

"Kalaupun kita prioritaskan, kalau versi kita penting tapi versi TAPD ini tidak prioritas karena alasan segala sesuatu hal. Tapi kita sudah memberitahu, kita usulkan anggaran perbaikan, dan kita sampaikan kalau alat itu tidak bisa dijalankan," katanya.

Menurutnya, bagaimana bisa menghasilan PAD kalau alat berat tersebut tidak bisa jalan. "Maka kita usulkan anggaran untuk perbaikan, kalau diperbaiki anggarannya sekitar Rp 150 juta," pungkasnya.