Syamsuar Tak Bisa Bedakan Mana Wilayah Politik dan Pemerintahan

Syamsuar2.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pengamat Politik dan Pemerintahan Riau, Tito Handoko menyayangkan sikap Gubernur Riau, Syamsuar yang diduga kuat memakai fasilitas negara untuk kepentingan partainya.

 

"Itu kesalahan terbesar Syamsuar, dia tidak bisa membedakan mana wilayah politik dan mana wilayah pemerintahan," kata Dosen Ilmu Pemerintahan UR ini, Kamis, 4 Juni 2020.

 

Harusnya, Syamsuar yang sudah pernah menjabat sebagai Bupati Siak dua periode ini, paham bahwa rumah dinas adalah aset pemerintah yang tidak bisa dipakai untuk aktivitas politik.

 

Ada dua etika yang dilanggar oleh Syamsuar jika kabar ini benar adanya, yang pertama adalah etika politik yang mana Syamsuar sebagai Ketua DPD I Golkar Riau, dan etika pemerintahan mengingat status Syamsuar sebagai Gubernur Riau.

 

"Dengan kedudukannya sebagai kepala daerah, dia harus bisa membedakan mana wilayah politik, mana wilayah pemerintahan," kata Tito.

 

Untuk urusan kepartaian, Syamsuar seharusnya melakukan di tempat yang semestinya, karena partai sudah memiliki aset kantor partai, bukannya malah melakukan di rumah dinas.

 

"Seharusnya beliau lebih tahu dari yang lain, apapun alasannya, tidak boleh begitu. Kalau kabar ini benar ada etika politik dan etika jabatan yang dilanggar," jelasnya.

 

Kalau misalnya tidak memungkinkan dilaksanakan di kantor, Syamsuar bisa saja mengkoordinasikan kepada pengurus partai agar dilaksanakan di hotel atau tempat berbayar lainnya.

 

"Tidakpun di kantor partai bisa saja dilaksanakan di hotel, ini masalahnya Syamsuar membuat di rumah dinas. Ini jelas melanggar etika politik. Orang tak bertika ini sulit dipercaya. Apa motifnya ikut rapat di rumah dinas? Mau menunjukkan bahwa dia penguasa Riau? Hal-hal seperti ini harus dikritisi jangan didiamkan," tutupnya.

 

Sementara itu, baik Syamsuar maupun Ketua DPRD Riau yang juga Sekretaris DPD Golkar Riau Indra Gunawan Eet belum memberikan klarifikasi meski berbagai upaya sudah dilakukan baik melalui pesan WhatsApp, menelpon ke nomor seluler dan menjumpai langsung.