Tiga Poswas di Kuansing Aktif 24 Jam, 36.481 Orang Sudah Dicek Suhu Tubuhnya

Poswas-Kasang.jpg
(Riau Online)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Asmari mengatakan, tiga Pos Pengawasan (Poswas) dipintu masuk perbatasan Kabupaten Kuansing sudah aktif 24 jam.

Tiga Poswas tersebut pertama di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik. Poswas ini berada di jalan lintas Sumatera batas antara Riau - Sumbar beroperasi sejak Rabu lalu, 8 April 2020 lalu.

Kemudian Poswas di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir. Poswas ini berada di jalan lintas menuju Pekanbaru batas Kuansing - Kampar beroperasi sejak Minggu, 12 April 2020.

Kemudian Poswas di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti. Poswas yang berada di jalan lintas Teluk Kuantan - Rengat sudah beroperasi sejak 12 April 2020.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuansing, Asmari mengatakan, Poswas tersebut didirikan untuk melakukan deteksi dini terhadap setiap orang yang masuk melintasi batas menuju ke Kabupaten Kuansing. Setiap orang yang masuk akan dicek suhu tubuhnya.

Poswas di Desa Pesikaian

Poswas di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti jalur lintas Teluk Kuantan  Rengat

Menurutnya, ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona masuk kewilayah Kuansing dan juga ini merupakan upaya Pemkab Kuansing untuk memutus mata rantai penularan.

"Sampai Minggu siang kemarin (10 Mei 2020,red) ada sekitar 36.481 orang yang dicek suhu tubuhnya, alhamdulillah belum ada ditemukan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius," kata Asmari, Senin, 11 Mei 2020.

Apabila ditemukan suhu tubuh diatas 38 derjat celcius, kata Asmari, maka orang tersebut langsung ditetapkan orang berstatus orang dalam pengawasan (PDP).

"Alhamdulillah sampai sekarang belum ada, kalau dibawah 38 derjat celcius kita anggap normal," kata mantan Camat Kuantan Mudik ini.

Kini ketiga poskowas tersebut sudah aktif 24 jam. Setiap poswas dibagi tiga sip, dan setiap sip di tiga poswas itu berjumlah 28 orang.

"Jumlah keseluruhan setiap sip sekarang ada 28 orang yang bertugas ditiga poswas. Untuk poswas Kasang itu 10 orang satu sip, Cerenti dan Tanjung Pauh masing-masing 9 orang satu sip, jumlah seluruhnya satu sip 28 orang," katanya.

 

cegah covid perbatasan

Pos jaga yang berada di daerah perbatasan Riau-Sumbar tepatnya di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik.

Menurut Asmari, semakin tinggi tingkat daya deteksi yang dilakukan terhadap kemungkinan orang-orang masuk ke Kuansing tentu kamampuan untuk mendeteksi secara dini potensi orang yang terinfeksi virus bisa diketahui lebih awal dengan cara mengukur suhu tubuh.

# Setiap Sip, Petugas Jaga Poswas Dapat Rp 150 Ribu

Asmari mengatakan, setiap petugas jaga di Poswas mereka mendapatkan honor sebesar Rp 150 ribu setiap orang. Petugas di Poswas terdiri dari Dishub, Satpol PP, petugas kesehatan dan dari TNI/Polri.

Honor tersebut bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Untuk besaran honor petugas di poswas kini masih menunggu rekom dari Inspektorat dan BKPP.

"Kalau yang telah lalu itu besarannya satu petugas dapat Rp 150 ribu satu sip. Untuk fase berikutnya kita masih menunggu rekom dari Inspektorat dan BKPP," katanya.

Kemudian belum seluruh poswas ada personil dari Polri. Poswas yang sudah memiliki personil Polri baru ada satu di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik.

Komisi I DPRD Kuansing Tinjau Poskowas

Komisi I DPRD Kuansing Tinjau Poskowas

"Untuk anggota Polri itu baru masuk di tempatkan di Poskopit Desa Kasang ada dua orang setiap sip. Untuk poskopit Cerenti dan Tanjung Pauh belum ada anggota Polri, mungkin karena keterbatasan jumlah personil," kata Asmari.

# Masih Kekurangan Masker dan Sarung Tangan

Tiga Poswas yang dikelola Dishub Kuansing saat ini masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan medis.

Asmari mengaku kesulitan dalam melakukan pengadaan terhadap APD ini. Pasalnya, selain sulit didapat harga juga tidak menentu. "Harga tidak sesuai dengan rencana sebelumnya," katanya.

Ditiga poswas tersebut, Asmari mengaku, belum memiliki baju hazmat. Menurutnya, baju hazmat tersebut belum dibutuhkan untuk saat ini. Dan kini yang dibutuhkan adalah sarung tangan dan masker.

"Baju hazmat untuk sementara belum, ntah kalau situasi makin berbahaya nanti tentu kita membutuhkan baju ini," katanya.

# Setiap Orang Diperiksa Suhu Tubuh Masuk ke Kuansing

Asmari mengatakan, setiap orang yang masuk melintas batas menuju Kabupaten Kuansing itu diperiksa semuanya terutama suhu tubuh.

Ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona (Covid 19). Setiap orang yang melintas masuk menuju Kuansing akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas mulai dari sopir, penumpang hingga pengendara.

"Mau mereka menggunakan kendraan umum, pribadi, mobil penumpang dan truk dan lainnya itu semua kita periksa suhu tubuh mereka," kata Asmari.

"Poswas Perhentian Sungai Diserahkan Pengawasan ke Tim Covid Kecamatan

Untuk Poswas di Desa Perhentian Sungkai, Kecamatan Pucuk Rantau yang merupakan batas Kuansing - Dharmasraya itu diserahkan pengawasannya ke Tim Covid Kecamatan dan Desa.

"Sesuai arahan pak Bupati kemarin, poswas ini diserahkan ke Tim Covid Kecamatan dan Desa serta bekerjasama dengan PT TBS," kata Asmari.

Poswas di Desa Perhentian Sungkai ini pernah ditinjau Bupati Kuansing Mursini. Bupati berharap poswas Perhentian Sungkai beroperasi untuk memantau keluar masuk warga dari Kabupaten Dharmasraya yang kini tengah masuk zona merah.

-->