Tujuh Spesimen Swab Diuji di Labor Biomolekuler RSUD Arifin Ahmad Negatif

indra-yopi.jpg
(riauonline)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Setelah resmi dioperasikan Senin 20 April 2020, Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad telah menguji tujuh spesimen swab yang hasil semuanya adalah negatif. Ini merupakan pengujian sampel swab perdana yang dilakukan Labor Biomolekuler Riau. Saat ini ada 200 sampel lagi yang mengantri untuk dilakukan pengujian.

"Untuk tahap awal sudah ada 7 spesimen swab yang sudah selesai diuji di Labor Biomolekuler kita. Hasilnya seluruhnya negatif," kata Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Riau, dr Indra Yopi, Selasa 21 April 2020.

Setelah resmi dioperasikan, Gubernur Riau (Syamsuar) bersama rombongan meninjau langsung Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Ahmad Riau. Dalam peninjauan tersebut, Gubri didampingi langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, Direktur Utama RSUD AA Nuzelly, Kadis Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir dan Rektor Universitas Riau Prof Aras Mulyadi.

Saat meninjau lab tersebut, Gubri sempat berbincang dengan petugas labor. Dari hasil perbincangan singkat Gubri dengan petugas Labor, ada beberapa permintaan dari petugas kepada Gubri. Diantaranya adalah terkait adanya permintaan tambahan jumlah tenaga labor. Sebab tenaga yang ada saat ini masih dirasa kurang, sehingga dibutuhkan tambahan lagi.

"Tadi ada permintaan kepada kami untuk penambahan tenaga di labor, khususnya untuk tenaga laki-laki. Supaya pemeriksaan di lab ini bisa dilakukan selama 24 jam. Itu sudah kami setujui," kata Gubri.

Gubri mengungkapkan, saat ini sudah ada dua unit alat tes PCR yang ada di Labkesda Riau. Denga dua alat ini, Labkesda Riau bisa menguji sebanyak 100 sampel dalam sehari.

"Tadi disampaikan ke saya, dengan dua alat PCR ini dalam satu hari bisa memeriksa 100 sampel," ujarnya.

Gubri menjelaskan Labkesda Riau ini dioperasikan kerjasama antara Pemprov Riau dengan Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan RSUD Arifin Ahmad.

"Dalam waktu kurang dari satu bulan, kita sudah mempersiapkan labor ini dan sekarang kita sudah punya labor sendiri," katanya.

Dengan adanya Labkesda Riau ini, maka proses pemeriksaan terhadap Sampel pasien bisa lebih cepat diketahui hasilnya. Sebab selama ini sampel pasien dikirim ke Balitbangkes Kemenkes Jakarta untuk dilakukan pengujian. Hasilnya baru akan diketahui selama 7 sampai 10 hari kedepan.

"Dengan adanya lab ini hasil uji sampel swab bisa lebih cepat diketahui, karena selama ini kita kirim ke jakarta," katanya.

Selain untuk pengujian pasien Covid-19, laboratorium tersebut nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk tempat praktek bagi mahasiswa kedokteran UNRI.

"Mudah-mudahan bisa kita manfaatkan dengan baik dan berguna di masa yang datang. Sampai hari ini sudah 200 sampel swab yang masuk dan kebanyakan hasilnya negatif," katanya. (*)

-->