Kemenag Riau Imbau Umat Muslim Laksanakan Salat Tarawih di Rumah

Salat-Tawarih.jpg
(Tribun Goa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ramadan tahun ini dipastikan akan jauh berbeda dengan suasana ramadan tahun-tahun sebelumnya. Ditengah pandemi virus corona ramadan kali ini tidak lagi ada salat tarawih dan buka puasa bersama seperti ramadah sebelumnya. 

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Mahyudin, Senin 20 April 2020, mengimbau kepada umat muslim di Riau agar melaksanakan salat tarawih secara individual atau berjamaan bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

 

Begitu juga sahur dan buka puasa juga tidak perlu lagi dilakukan dengan bersama-sama diluar rumah. Buka puasa dan sahur dapat dilakukan oleh individu atau keluarga inti saja di rumah masing-masing. Jadi tidak perlu sahur dan buka puasa bersama. 

 

Imbauan ini harus dijalankan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia termasuk di Riau. Meski dalam suasana ramadan, masyarakat diminta untuk tetap melakukan sosial dan pysikal distancing atau menjaga jarak fisik satu dengan yang lain.

 

"Imbauan tersebut sesuai Surat Edaran (SE) Kemenag RI nomor 6 tahun 2020 yang berisi panduan ibadah dibulan Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H ditengah pandemi Covid-19," katanya. 

 

Adapun panduan yang tertuang dalam SE itu adalah, pertama, umat islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa dibulan Ramdhan dengan baik berdasarkan ketentuan fiqih ibadah.

 

Kemudian buka puasa dan sahur serta salat tarawih di rumah masing-masing. Begitu juga dengan pelaksanaan tilawah atau tadarus Alquran yanh juga dilakukan dirumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran. 

 

"Buka puasa bersama baik dilaksanakan lembaga pemerintah, lembaga swasta, masjid maupun mushallah ditiadakan," ujarnya.

 

Kemudian, lanjut Mahyudin, saat peringatan nuzulul quran dalam bentuk tabligh akbar dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintah, lembaga swasta, masjid maupun mushallah ditiadakan.

 

Kemudian tidak melakukan iktikaf di 10 malam terakhir Ramadhan di masjid atau mushallah. Kedelapan, pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau dilapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelang waktunya.

 

Selain itu, umat muslim juga diimbau agar tidak melakukan kegiatan salat tarawih dan takbiran keliling. Kesepuluh, silaturrahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial atau video call. 

 

"Selain itu, dalam SE itu juga mengatur mengenai panduan pengumpulan dan penyaluran zakat selama wabah Corona-19 berlangsung," katanya. (*)