Labkesda Molekuler Riau Mulai Dioperasikan, Satu Hari Bisa Uji 100 Sampel

PCR.jpg
(UNPAD)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Molekuler RSUD Arifin Ahmad Riau resmi dioperasikan, Senin 20 April 2020. Satu unit alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dipesan Pemprov Riau ke Singapura akhirnya tiba di Pekanbaru. Saat ini tim teknisi sedang melakukan instalasi alat PCR di Labkesda Riau.
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, dengan adanya alat PCR tersebut kini Provinsi Riau sudah bisa melakukan tes virus Corona secara mandiri, tanpa harus mengirim sampel ke pusat. Mini mengungkapkan, alat PCR yang baru tiba di Labkesda Riau ini memiliki kapasitas untuk menguji sampel hingga 100 sampel per hari.
 
"Iya sudah sampai, estimasinya kan hari ini, ternyata sore kemarin sudah sampai ada dua unit. Saat ini alat PCR sedang dalam proses pemasangan instalasi di laboratorium RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Nanti kalau sudah siap langsung bisa dipakai tergantung tim ahlinya nanti bagaimana," kata Mimi.
 
Mimi mengungkapkan, jika alat tersebut sudah selesai dilakukan instalasi dan sudah dioperasikan, pihaknya akan mengutamakan pemeriksaan untuk sampel Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
 
"Untuk saat ini yang akan kita prioritaskan itu adalah pemeriksaan kepada pasien PDP," kata Mimi.
 
Sementara Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Rau, dr Indra Yopi menambahkan, selain untu pasien PDP, pihaknya juga akan melakukan tes PCR kepada petugas medis yang selama ini menangani pasien positif Covid-19 di Riau. Sebab mereka sangat rentan tertular Covid-19 karena setiap hari berhubungan langsung dengan pasien positif covid-19.
 
"Petugas kesehatan yang menangani pasien positif juga masuh prioritas untuk dilakukan pemeriksaan swab," ujarnya.
 
Selain itu, seluruh Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang kontak dengan pasien positif berdasarkan hasil tracking juga menjadi prioritas untuk dilakukan pemeriksaan swab. 
 
"Kalau semuanya sudah, baru nanti yang ODP akan dilakukan tes PCR untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak," katanya. (*)
 
 
 
 

-->