PAN Bangga Bisa Wakafkan Syamsuar Untuk Golkar

zulfi-pan.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Zulfi Mursal mengaku puas melihat hasil Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Riau yang menetapkan mantan kader PAN, Syamsuar sebagai Ketua DPD Golkar Riau secara aklamasi.

"PAN berpuas hati dengan hasil tersebut, kader PAN yang sudah kita wakafkan ke Golkar ternyata berhasil menjadi pimpinan tertinggi di partai berlambang pohon beringin tersebut," kata mantan Ketua DPRD Siak ini, Senin, 9 Maret 2020.

PAN, sambungnya, sangat bahagia dan tetap istiqamah dalam mendukung Syamsuar sebagai Gubernur Riau dan akan tetap mengawal setiap kebijakan Syamsuar demi kemajuan masyarakat Riau dan untuk Riau yang lebih baik.

Bahkan, jika kepemimpinan Syamsuar diperiode ini mampu membawa Riau yang lebih baik kedepan, PAN akan siap mendukung beliau kembali untuk kedua-kalinya, meskipun Golkar sendiri belum tentu mendukung Syamsuar.

Menurut Zulfi, kemungkinan itu bukan hal yang aneh. Sebab, sejak awal pertama Syamsuar mencalonkan diri menjadi Bupati Siak, PAN sudah menghantarkannya ke kursi Siak 1.

"Sama seperti hari ini, beliau juga menjadi Ketua DPD Golkar Siak waktu itu," tambahnya.

Kemudian berlanjut dengan Pilbup periode kedua, PAN tetap mengusung Syamsuar. Walaupun, saat itu Golkar sendiri tidak memberikan perahunya kepada Syamsuar.

"PAN kembali tampil menjadi perahu utama dan menggerakkan seluruh potensi PAN di Kabupaten Siak memenangkan beliau, hingga akhirnya terpilih kembali sebagai Bupati Siak Periode kedua," tuturnya.

Lagi-lagi proses tersebut terulang di Pilgubri 2018, Golkar tak lagi memberikan dukungan pada Syamsuar dan memilih Arsyadjuliandi Rachman. PAN pun memberikan perahunya 7 kursi kepada Syamsuar hingga menang dan menjadi Gubernur Riau.

"Dilihat dari hal-hal diatas, tentu Syamsuar adalah kader murni PAN yang menggembleng dan menggodok beliau menjadi Bupati dan Gubernur. PAN patut berbangga hati meskipun beliau tidak menjadi ketua PAN, itulah misi PAN melahirkan para pemimpin negeri dan rela jika setelah jadi pemimpin negeri, direkrut oleh partai lain. PAN tak akan sakit, malah akan semakin sehat. Sekali lagi, PAN tetap Istiqomah mendukung beliau," tutupnya.