Gerindra Tidak Persoalkan Ketua Partai Bangun Dinasti Politik di Daerah

Muzani-gerindra.jpg
(hasbullah)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra, Ahmad Muzani tidak mempermasalahkan jika ketua partai Gerindra yang ada di daerah memainkan dinasti politik untuk mengangkat anggota keluarganya menjadi pejabat baik di eksekutif maupun legislatif.

"Partai politik itu adalah kekuatan yang mengharapkan dari rakyat, jadi siapa saja bisa. Artinya, Caleg dan Cabup pada akhirnya menjadi dirinya di depan rakyat, jadi bagaimana si calon itu menampilkan dirinya bahwa dia mampu dan dipilih oleh rakyat," kata Muzani di Pekanbaru, Jumat, 17 Januari 2020.

Hubungan darah, tambah Muzani, kadang-kadang menjadi faktor loyal atau tidaknya seorang kader kepada partainya.

"Di Parpol itu diperlukan loyalitas, itu kadang makin bagus kalau ada hubungan darah, jadi tidak ada problem (dinasti). Yang penting rakyat memilih dan menetapkan dia," tambahnya.

Untuk diketahui, DPD Gerindra Riau di bawah kepemimpinan Nurzahedy berhasil mendudukkan dua orang anggota keluarganya di DPRD Riau pada Pemilu Legislatif 2019 lalu.

Dua orang tersebut ialah, anak Nurzahedy, Muhammad Aulia yang duduk menjadi anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru. Aulia sendiri merupakan pemain baru di perpolitikan Riau.

Meski baru di dunia politik, partai memberikan kepercayaan kepada Aulia untuk mendapatkan nomor urut 1, sekalipun ada caleg petahana yang juga Ketua Advokasi DPD Gerindra Riau, yakni Dr Taufik Arrakhman. Taufik merupakan legislator yang cukup vokal di DPRD Riau.

Bahkan di struktur caleg DPRD Riau Dapil Pekanbaru sendiri saat itu mengalami sedikit masalah, pasalnya Bacaleg Gerindra DPRD Riau dapil Pekanbaru, Said Usman Abdullah mengaku dipermainkan oleh DPD Gerindra melalui Ketua Penjaringan Bacaleg yang merupakan adik dari Ketua DPD Gerindra Riau, yakni Nurzafri.

Said Usman kala itu diminta berbagai syarat yang menurutnya sengaja dibuat-buat untuk menjegal ia maju di DPRD Riau, di mana ia diminta untuk pindah dapil ke Siak - Pelalawan dan ada permintaan yang tidak mungkin bisa di penuhi.

"Ini kan kelihatan bahwa ada ketakutan mereka dengan kehadiran saya, padahal kita kan sama-sama berjuang untuk mengangkat suara partai. Kalau mereka meminta saya pindah Dapil, itu kan secara tidak langsung ingin mencelakai karir politik saya, lebih baik saya pindah dari sekarang," kata Said saat itu.

Yang kedua, ada nama Nurzafri yang merupakan adik kandung Nurzahedy. Nurzafri juga diberikan nomor urut 1 untuk DPRD Riau dapil Kampar, sekalipun di dapil tersebut ada nama petahana Adriyan.

Nurzahedy sendiri merupakan ketua DPD Gerindra Riau sekaligus anggota DPR RI dapil Riau periode 2014-2019, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.