Bayi Gajah Terluka Akibat Terjerat Di Konsesi Perusahaan

anak-gajah.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Seekor bayi Gajah berjenis kelamin betina berusia kurang dari empat bulan terjerat di kawasan konsesi perusahaan, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Si gajah malang yang harus kehilangan kawanannya akibat terjerat itu ditemukan di konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Rimba Peranap Indah (RPI).

Dalam video yang beredar, tampak si bayi gajah yang bahkan belum tumbuh gigi itu terjerat pada bagian kaki depan kiri selama tiga hari lamanya. Akibatnya, gajah itu tak hanya terluka melainkan juga mengalami dehidrasi berat.

Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Andri Hansen Siregar menjelaskan temuan gajah malang itu berawal dari laporan dari karyawan PT RPI.

"Waktu itu ditemukan pada hari Jumat (13 Desember 2019). Antara pagi atau siang. Saat itu mereka (karyawan perusahaan) mau melakukan penyelamatan. Tapi ada rombongan gajah dan induknya. Mereka takut diserang, akhirnya diurungkan," kata Hansen, Senin, 16 Desember 2019.

Para karyawan kembali melakukan pantauan pada malam hari. Ternyata rombongan gajah dewasa masih ada di sekitaran anak gajah yang terjerat itu.

Sabtu pagi mereka kembali memeriksa dan ternyata rombongan gajah dewasa telah pergi. Karyawan pun melaporkan kejadian itu ke BBKSDA Riau untuk proses evakuasi dan penyelamatan.

Dijelaskan Hansen, diperkirakan bayi gajah itu sudah terjerat lebih dari tiga hari. Hal ini terlihat dari kondisi luka di kaki gajah itu. Mendapat laporan itu, tim BBKSDA Riau turun ke lokasi. Sesampainya di sana, kebetulan anak gajah itu sudah berhasil lepas dari jeratan.

"Anak gajah itu berhasil diselamatkan. Cuma kondisinya lemas dan dehidrasi berat," tuturnya.

Tim pun melakukan langkah penyelamatan pertama. Mereka memberikan asupan energi dengan susu beruang yang mereka bawa. Dimasukkan ke dalam kemasan botol air mineral, diminumkan ke gajah.

"Lumayan kondisinya sudah agak bertenaga," sambung dia.

Hansen membeberkan, tim medis juga langsung memberikan penanganan terhadap luka di kaki anak gajah. Akibat terjerat, kakinya mengalami pembengkakan.

Saat ini, gajah tersebut telah dievakuasi ke Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas.

Menurut Hansen, jenis jerat yang mengenai kaki gajah, terbuat dari tali nilon yang juga biasa dipakai untuk menjerat babi.

Disinggung asal anak gajah itu, Hansen menyatakan, kuat perkiraan dia datang dari kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Sementara dijelaskan Hansen, PT RPI ini merupakan grup perusahaan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

"PT RPI salah satu perusahan yang menyuplai bahan baku pulp ke PT RAPP," ujarnya.