Anggaran Rp20 Miliar, Dewan: Semua Atlet PON Harus Berangkat

robin-h.jpg
(hasbullah)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua fraksi PDIP DPRD Riau, Robin P Hutagalung menegaskan seluruh atlet yang akan bertanding di Pesta Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020 harus berangkat seluruhnya tanpa terkecuali.

Dikatakan ketua Pengprov Pertina Riau ini, anggaran untuk atlet yang disahkan sebesar Rp 20 miliar dengan asumsi hanya memberangkatkan 60 atlet saja adalah asumsi yang tidak tepat.

Sebab, menurutnya seluruh atlet sudah berjuang keras untuk menjadi yang terbaik agar bisa bertarung di tingkat nasional menghadapi atlet-atlet terbaik di provinsi lain.

"Asumsinya-kan atlet tak berangkat semua, kalau dibanderol Rp20 miliar, yang berangkat hanya 60 saja. Ini tidak boleh. Atlet ini sudah berjuang untuk bisa lolos PON, kalau ini dilanjutkan mereka akan kecewa," kata Robin, Senin, 2 Desember 2019.

Disisi lain, KONI akan kesulitan karena harus mendapatkan perlawanan dari masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) yang sudah menyiapkan atlet-atlet terbaik nya.

Diceritakan Robin, saat pembahasan anggaran KONI mengajukan anggaran sebesar Rp74 Miliar kepada Dispora, kemudian dirasionalisasi oleh Dispora menjadi Rp69 Miliar.

Namun, oleh TAPD hanya menganggarkan anggaran sebesar Rp20 Miliar di KUA-PPAS sehingga pihaknya menggelar hearing dengan KONI Riau.

Dalam hearing tersebut, DPRD Riau meminta KONI melakukan rasionalisasi anggaran dari Rp69 Milyar tersebut sehingga muncul angka Rp43 Miliar.

"Waktu itu, kita minta KONI rasionalisasi lagi, di press lagi oleh mereka jadi Rp43 miliar. Ini sudah angka minimal. Sudah sangat ramping. Kita sudah delete kegiatan seperti mendatangkan pelatih dari luar negeri dan try out cabor ke luar negeri. Jadi semuanya di lokal saja, sehingga tidak memakan anggaran besar," pungkasnya.

Kemudian, DPRD Riau mencoba menambah anggaran di rapat Banggar dan TAPD. Di sana diketahui bahwa sesuai aturannya angka yang sudah dimasukkan dalam KUA-PPAS tidak bisa ditambah lagi.

Solusinya, Pemprov Riau dan DPRD Riau membuat komitmen untuk menggesa APBD Perubahan pada Juni 2020 mendatang sehingga bisa ditambahkan anggaran sebesar Rp 23 Miliar lagi.

"Ini-kan komitmen dan tanggung jawab bersama, bahwa PON itu sendiri event tertinggi di negara, makanya harus digesa," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya sudah berkomitmen untuk menggesa APBD P sehingga usulan penambahan anggaran atlet PON bisa bertambah.

"Nanti kita usulkan, makanya kepala OPD kita harapkan Januari sudah lelang sehingga APBD P bisa dipercepat," singkatnya.