Aktual, Independen dan Terpercaya


Wasekjen DPP PAN: Rianto Tidak Mengerti Aturan Partai

usulan.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional, Zainal Abidin angkat bicara terkait pernyataan anggota DPRD Bengkalis fraksi PAN, Rianto yang mempertanyakan kemunculan nama Syaiful Ardi sebagai wakil ketua DPRD Bengkalis periode 2019-2024.

Zainal menjelaskan, bahwa penunjukkan Syaiful Ardi sebagai wakil ketua DPRD melalui SK DPP sudah melalui mekanisme partai, dimana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) mengirimkan lima nama Calon Pimpinan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) berdasarkan rapat pleno.

Kemudian, DPW melakukan fit and proper test selanjutnya mengirimkan lima nama tersebut ke tingkat DPP, dalam lima nama tersebut salah satunya Syaiful Ardi.

"Kami di DPP hanya menerima masukan DPD bukan DPW, karena ini untuk pimpinan DPRD kabupaten. Menurut ketua DPD Bengkalis, Syauqani nama yang diusulkan ke DPW lima orang," ujar Zainal, Kamis, 29 Agustus 2019.

Namun, pengurus DPW diduga mencoret tiga nama, yakni nama Syaiful Ardi, Zamzami dan Abdul Kadir. Sehingga tinggal dua nama, yakni Rianto dan Zuhandi.

Zainal kemudian mencoba mengkonfirmasi ke tim wawancara, Martius Busti terkait penghapusan nama ini, dan Martius menegaskan bahkan tim seleksi tidak pernah menghilangkan nama saat fit and proper test.

"Berdasarkan aturan partai, DPW tidak boleh menghapus nama yang diusulkan. Makanya kita minta ke DPD, akhirnya DPD mengirim langsung nama ke DPP," jelasnya.

Lebih jauh, penunjukkan Syaiful Ardi sudah sangat tepat mengingat Syaiful merupakan bagian dari jajaran pengurus Ketua Sekretaris dan Bendahara (KSB).

"Syaiful Ardi itu bendahara partai. Rianto itu wakil ketua. Kita mengutamakan KSB. Abdul Kadir sebagai sekretaris DPD tidak bersedia menjadi pimpinan, sehingga tinggal nama Syaiful Ardi yang merupakan Bendahara Partai, kalau ketiganya tidak mau baru ke wakil ketua," pungkasnya.

"Jadi semua yang disampaikan Rianto itu, artinya dia tidak ngerti aturan partai. Dengan dia menyatakan dua nama ke DPP, itu membuka bahwa dia bermain di DPW. Ambisiusnya membuat kacau struktur partai," tandasnya.

Berdasarkan fakta yang ada, Zainal menduga ada permainan didalam pengurus DPW yang melanggar aturan partai karena mencoret nama yang diusulkan oleh DPD.

"Ini supaya tidak digoreng lagi, mekanisme di PAN, usulan DPD disampaikan DPW ke DPP sebagai bentuk penghormatan, tapi DPW tidak boleh mencoret nama yang diusulkan," tutupnya.