Wan Abubakar: Jangan Fitnah Gubernur Riau dengan Demo

Mantan-Gubernur-Riau-Wan-Abubakar.jpg
(FACEBOOK/WAN ABUBAKAR)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tokoh masyarakat Riau, Wan Abubakar mengatakan, unjuk rasa dilakukan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Riau di depan Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, jangan sampai ditunggangi dan bernuansa politik. 

Mantan Gubernur Riau itu mempersilakan berunjuk rasa, sebagai bagian demokrasi. Namun, harus ada esensinya, jangan sampai justru mendatangkan fitnah bagi Gubernur Riau saat ini, Syamsuar. 

"Demonstrasi silakan saja. Namun harus cerdas, untuk kepentingan umum, bukan fitnah apalagi menimbulkan kesan negatif bagi Pak Syamsuar saat ini sedang memimpin membenahi kebobrokan Riau untuk lebih baik," kata Wan Abubakar kepada RIAUONLINE.CO.ID, Rabu, 28 Agustus 2019. 

Syamsuar, tutur Wan Abubakar, sangat terbuka untuk berdialog dengan siapapun guna membenahi Riau ke arah lebih baik. Alangkah baiknya, hal-hal dianggap tidak baik maupun menemukan adanya mafia proyek serta jual beli jabatan, silakan beri masukan ke Gubernur dengan cara berdialog. 

"Jika benar, beri masukan, beri bukti jadi tidak ada fitnah seperti saat ini. Kita dukung Syam-Edy untuk betul-betul membawa maju dan perubahan di Riau. Syamsuar itu tugasnya membenahi dan memberantas penyimpangan, korupsi, jual beli jabatan, termasuk jual beli proyek seperti dituduhkan pengunjuk rasa kemarin," ungkap Wan Abubakar.

Ia juga mengatakan, di tangan Syam-Edy apa saja penyimpangan dan pelanggaran dilakukan, itu dibersihkan. Ditambah lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memantau pemerintahan dan hukum di Riau. 

"Termasuk asesmen jabatan, mafia proyek, mafia jabatan, KPK pasti memantau apa yang terjadi di Riau. Jabatan akan diduduki ditentukan dari kemampuan, tidak main copot," tuturnya. 

Wan Abubakar juga mengingatkan, bagi oknum-oknum berada di sekitar Gubernur Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution, untuk tidak merusak kredibilitas keduanya.