Adik Kandung Amrozi Ini Sebut Pelaku Teror Masih Amatir

Pelaku-Terduga-Penyerangan-di-Sarinah.jpg
(KASKUS)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Adik kandung Imam Samudera, Ali Fauzi Manzi, menganalisa peledak yang diledakan dalam aksi di sekitar Sarinah, merupakan ecek-ecek. Pasalnya, bahan yang digunakan juga seadanya. 

 

Tak hanya itu, lima pelaku teror dianggapnya bukanlah orang-orang profesional, melainkan amatir. Ali Fauzi Manzi merupakan adik teroris Bom Bali dan juga teroris yang sudah insyaf. 

 

"Itu aksi bom ecek-ecek," kata Ali Manzi seperti dilansir dari VIVA.co.id, Jumat (15/1/2016). (Baca Juga: Bom Sarinah Hanya Uji Coba Keahlian

 

Ia mengatakan, peledak yang dibuat secara ecek-ecek itu bahan dan biaya untuk membuatnya juga sangat murah. Alasannya, kata Ali Fauzi, berdasarkan daya ledak bom di pos polisi sekitar Sarinah dan teras kedai kopi Starbucks. Daya ledak bom tersebut, ujarnya, sangat lemah sehingga tidak menghasilkan kehancuran yang hebat.

 

Pelaku yang membuat bom tersebut merangkainya dengan bahan seadanya, bukan bahan peledak biasa dilakukan pelaku teror profesional.

 

"Itu paling menghabiskan dana Rp 75 ribu hingga Rp 90 ribu saja," kata adik kandung bomber Bom Bali, Ali Imron, asal Lamongan, Jawa Timur, itu.

 

Kesan amatir, jelas laki-laki yang pernah mengikuti pelatihan merakit bahan peledak di kamp kelompok radikal di Afganistan itu, juga terlihat dari senjata api yang digunakan oleh para pelaku untuk menembak. (Klik Juga: Sambil Memegang Perutnya yang Terluka, Polisi Itu Berlari Minta Tolong

 

Berbeda dengan temuan polisi, Ali Fauzi menduga senpi pelaku berasal dari tempat perakitan senjata di Cipacing, Sumedang. "Itu tembakan yang digunakan pelaku saya lihat buatan Cipacing," tegas mantan teroris itu.

 

Ia menyampaikan, pelaku serangan bom Sarinah terkesan amatir juga dilihat dari pola serangan dan sasarannya yang tidak jelas. Kemungkinan mereka baru mendapatkan ilmu kemiliteran dan tengah uji keahlian. "Sangat terlihat sekali kalau amatir," katanya.

 

Seperti diberitakan, serangan bom dan penembakan terjadi di sekitar Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari 2016. Tujuh orang, termasuk pelaku, tewas, serta puluhan luka-luka dalam kejadian ini. Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok ISIS.