Bandar Sabu Incar Remaja di Kuansing, Warga Duga Dibekingi Oknum Polisi

Ilustrasi-paket-sabu.jpg
Ilustrasi paket sabu (Suara.com)

RIAU ONLINE, KUANSING - Sejumlah warga Desa Pulau Padang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengungkapkan kegelisahan mereka menyusul maraknya peredaran sabu-sabu yang diklaim diperjualbelikan kepada anak-anak remaja di desa itu.

Menurut warga, bandar yang dikenal dengan inisial DR menjajakan paket sabu seharga Rp50.000 kepada pelajar dan remaja setempat.

Warga menduga ada keterlibatan oknum yang membekingi, sehingga peredaran narkoba terkesan sulit diberantas.

"Kami resah. Anak-anak kami mulai berubah malas sekolah, sering pulang malam, dan keselamatan mereka taruhannya," kata Siti, salah satu ibu rumah tangga di Desa Pulau Padang, Jumat, 24 Oktober 2025.

"Kalau benar ada bandar yang jual paket lima puluh ribu kepada remaja, harus ditangkap segera. Kami minta Kapolres turun tangan," tegasnya.

Kekhawatiran ini memuncak menjadi ancaman aksi. Sejumlah emak-emak menyatakan akan mengambil tindakan bila tidak ada respons dari pihak kepolisian setempat.


Mereka berencana mendatangi Polsek Singingi, bahkan akan membawa aspirasi tersebut ke media dan melapor sampai ke Kapolda Riau bila upaya lokal tak membuahkan hasil.

"Kami bukan ingin main hakim sendiri, tapi kalau aparat tidak merespons, kami akan geruduk Polsek. Kami ingin anak-anak kami selamat," ujar Nur warga lainnya.

Selain tuduhan peredaran, warga juga menduga adanya oknum yang membekingi sehingga bandar diduga bisa leluasa beroperasi. Tuduhan ini disampaikan oleh beberapa warga dengan nada kecewa dan takut.

"Kalau ada pembekingan, tentu aparat yang kami harapkan harus lakukan pemeriksaan internal. Kami minta transparansi," jelasnya.

Kapolres dan Polsek Singingi diharapkan segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap pelaku peredaran narkoba yang diduga adalah DR.

Mereka juga meminta perlindungan bagi saksi dan korban serta program pencegahan penyalahgunaan narkoba untuk remaja.

Saat dikonfirmasi kepada Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, ia belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan oknum polisi dalam peredaran narkoba.