RIAU ONLINE, JAKARTA - Perum Bulog menargetkan cadangan beras pemerintah tahun 2026 mencapai angka 7 juta ton. Hal ini disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, Jumat, 9 Januari 2026.
Angka ini meningkat 4 juta ton jika dibanding dengan capaian tertinggi sepanjang tahun 2025.
Ahmad Rizal mengungkapkan, stok saat ini sebanyak 3,35 juta ton ditambah dengan penyerapan pada 2026 sebanyak 4 juta ton, maka Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada tahun 2026 akan sebanyak 7 juta ton.
"Insyaallah dengan stok ini akan terus bertambah karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian, kami bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton," kata Ahmad Rizal, dikutip dari KUMPARAN, Sabtu, 10 Januari 2025.
"Jadi kalau nambah 4 juta ton, ditambah 3 juta ton (CBP saat ini), ya hampir 7 juta lebih nanti stok kami," imbuhnya.
Menurutnya, jumlah cadangan beras ini akan bisa memaksimalkan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu, sebelum melihat potensi ekspor ke tiga negara yaitu Timor Leste, Papua New Guinea juga Malaysia.
Ahmad Rizal menambahkan, opsi ekspor dilakukan untuk memaksimalkan stok yang banyak. Selain melakukan penyaluran bantuan pangan beras, penggelontoran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (Pangan), ekspor juga bisa jadi pilihan.
"Ada kemungkinan ke depan adalah potensi ekspor, nah sehingga dengan keberlanjutan sirkulasi perputaran beras di gudang tersebut, maka beras buluk tetap sehat berkualitas dan layak untuk dikonsumsi," terangnya.
Kemudian dengan stok CBP saat ini yang capai 3,35 juta ton, Ahmad Rizal memastikan Indonesia bisa melewati Ramadan tanpa kekhawatiran stok beras, termasuk di daerah bencana.
"Stok beras Bulog cukup banyak, minyak juga banyak dan insya Allah gula juga banyak. Jadi kami yakinkan Bulog akan mendukung sepenuhnya untuk kebutuhan-kebutuhan logistik yang ada di daerah bencana, khususnya di Aceh," pungkasnya.

