Nadiem Makarim Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Chromebook

Nadiem-Makarim-Jalani-Sidang-Perdana-Dugaan-Korupsi-Chromebook.jpg
Nadiem Makarim menyapa pengemudi ojek saat tiba untuk menjalankan persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 5 Januari 2025. (Iqbal Firdaus/kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.

Agenda sidang yang dilaksanakan di PN Tipikor, Jakpus pada Senin, 5 Januari 2025 ini adalah pembacaan surat dakwaan.

Pengacara Nadiem, Ari Amir Yusuf mengatakan, kehadiran keluarga, kerabat, hingga nama-nama terkenal industri hiburan menjadi dukungan untuk Nadiem.

"Ini merupakan support moral yang besar buat Mas Nadiem. Karena memang mereka bisa melihat secara jernih bahwa Nadiem tidak sama sekali mempunyai niat jahat untuk melakukan korupsi," kata Ari, dikutip dari KUMPARAN.

Sidang ini dimulai pukul 10.50 WIB dan dihadiri oleh  istri Nadiem, Franka Franklin, serta orang tua Nadiem, Nono Anwar Makarim dan Atika Algadrie.


Tampak pula sejumlah artis dan seniman perfilman seperti Jajang C. Noer, sutradara Riri Riza, sutradara Mira Lesmana, aktris Christine Hakim, hingga influencer DJ Donny.

"Betul-betul semua yang dilakukan Nadiem itu adalah sebuah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Dia mengorbankan banyak hal, dia meninggalkan banyak hal, bisnisnya ditinggalkan, semua ditinggalkan untuk mengabdi ke bangsa ini," ujar Ari.

Selain itu, ada pula sejumlah mitra ojol GoJek datang ke dalam ruang sidang. Salah satunya adalah mitra GoJek pertama, yakni Mulyono. Perlu diketahui, Nadiem adalah eks Dirut GoJek.

Ari pun menilai bahwa kehadiran para mitra ojol GoJek ini merupakan bukti bahwa Nadiem dapat berkontribusi bagi negara karena kecerdasannya.

"Ya alhamdulillah, memang harus diakui, munculnya Gojek artinya mengangkat citra kawan-kawan Gojek itu lebih terorganisir dengan baik, penghasilannya lebih meningkat, itu pada zaman Nadiem, itu harus diakui itu," kata Ari.

"Nadiem punya peran serta untuk itu. Nah, sebetulnya ide-ide cerdasnya ini bisa digunakan untuk kepentingan bangsa ini. Tapi ya kita tidak tahu kenapa kok justru dia malah dikriminalisasi," pungkasnya.