BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana di Sumatra

88-Orang-Masih-Dilaporkan-Hilang-Akibat-Banjir-Longsor-di-Sumut.jpg
Tim SAR Kota Medan evakuasi warga terdampak banjir di Medan Tuntungan, Medan, Kamis, 27 November 2025. (Dok. Basarnas Medan via Kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak sebagai respon terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menuturkan, operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman.

“Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” kata Suharyanto, Sabtu, 29 November 2025.

Suharyanto menjelaskan, OMC di Aceh resmi dimulai pada Jumat, 28 November 2025 menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda. 



Sementara itu, di Sumatera Utara, operasi telah dimulai pada Kamis, 27 November 2025 dari Posko Bandara Kualanamu. Hingga saat ini, telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).

Sedangkan untuk operasi di Sumatera Barat dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu, 29 November 2025 dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.

Intervensi Modifikasi Cuaca ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi darurat terkini, di mana intensitas hujan ekstrem telah memicu banjir meluas di wilayah Aceh, meningkatkan ancaman longsor dan banjir bandang di sebagian besar Sumatera Utara, serta menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan pemukiman di Sumatera Barat. 

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya mitigasi risiko bencana demi menjaga keselamatan masyarakat di tiga provinsi tersebut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Suharyanto hingga saat ini memimpin seluruh penanganan darurat bencana tiga provinsi dari Silangit-Tapanuli Utara bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan. 

Kepala BNPB juga akan mendatangi lokasi terdampak di Provinsi Aceh, yang saat ini dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah. Untuk wilayah Sumatra Barat, Sekretaris Utama BNPB, Rustian telah ditugaskan Kepala BNPB untuk memimpin penanganan darurat di sana.