Serapan Anggaran Kementerian ESDM Baru 31 Persen, Begini Penjelasan Bahlil

Bahlil-Lahadalia.jpg
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. (ANTARA/Putu Indah Savitri)

RIAU ONLINE - Realisasi anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam APBN 2025 baru terserap 31,12 persen per November 2025.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, anggaran Kementerian ESDM terbagi menjadi DIPA Induk sebesar Rp6,9 triliun yang sudah dikurangi efisiensi anggaran, serta DIPA Perubahan dengan tambahan anggaran Rp6,2 triliun, sehingga total anggaran Rp14,1 triliun.

Menurutnya, realisasi tanpa tambahan anggan di kementeriannya saat ini sudah mencapai 65 persen per November 2025, dengan proyeksi bisa terserap 94 persen. 

"Kalau kita realisasi rata-rata, antara gabungan DIPA Induk dan DIPA Perubahan, per bulan November sekarang sudah mencapai 31,12 persen," kata Bahlil, dikutip dari KUMPARAN, Selasa, 11 November 2025.

"Dan di prognosa kita rencanakan untuk di 2025 Desember itu bisa mencapai 92 persen," imbuh Bahlil.


Adapun tambahan anggaran yang cair pada Agustus 2025 tersebut dibutuhkan untuk program Listrik Desa, Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), hingga proyek jaringan gas (jargas).

Bahlil mengungkapkan alasan rendahnya penyerapan anggaran lantaran proses tender proyek baru dilakukan pada September-Oktober 2025.

"Anggarannya baru muncul di bulan Agustus, pengesahannya di akhir Agustus. Maka September-Oktober baru kami melakukan tender. Nah sekarang baru penyerapannya kurang lebih sekitar 2,48 persen di bulan November," paparnya.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa sebanyak Rp4,4 triliun dari total anggaran Kementerian ESDM pada tahun ini disalurkan untuk penugasan PT PLN (Persero).

Sementara itu, rincian untuk setiap unit yakni Sekretariat Jenderal sebesar Rp646,4 miliar, Inspektorat Jenderal Rp128,1 miliar, Ditjen Migas sebesar Rp5,36 triliun, Ditjen Ketenagalistrikan Rp4.353,9 triliun, Ditjen Menerba sebesar Rp768 miliar.

Kemudian Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) sebesar Rp64,6 miliar, BPSDM Rp576,7 miliar, Badan Geologi Rp1.599,7 triliun, BPH Migas Rp159,1 miliar, Ditjen EBTKE sebesar Rp366 miliar, dan BPMA sebesar Rp77,2 miliar.

"Insyaallah pada 31 Desember, karena November baru di minggu pertama, nanti di minggu ke 2,3,4 sampai dengan Desember kami akan total untuk penyerapan," paparnya. 

"Sebagian pekerjaan sudah penyerapan anggarannya yang kita akan dorong di bulan November ini bisa clear.Termasuk Rp 4,3 triliun untuk PLN. Jadi insya Allah bisa mencapai target," pungkasnya.