PP KAMMI Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya Isu Pertalite Dicampur Air

SPBU19.jpg
ilustrasi (istimewa)

RIAU ONLINE – Belakangan beredar sejumlah video di media sosial yang menuding seolah PT Pertamina (Persero) mencampurkan air ke dalam bahan bakar jenis Pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Video tersebut langsung menuai perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai setiap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. PP KAMMI menekankan pentingnya sikap selektif, rasional, dan berbasis data dalam menyikapi isu-isu yang beredar di dunia maya.

Sekretaris Jenderal PP KAMMI, Syafrul Ardi menegaskan bahwa perlu dilakukan adanya klarifikasi berdasarkan data yang valid terkait kabar tersebut. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya dapat menimbulkan keresahan publik serta merusak reputasi Pertamina yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ketahanan energi nasional.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Segala sesuatu perlu dicek kebenarannya terlebih dahulu, apalagi Pertamina selama ini merupakan aset bangsa yang banyak berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Syafrul Ardi di Jakarta, Selasa, 4 November 2025.

Ia menambahkan, isu-isu yang tidak didasari oleh data dan verifikasi justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi nasional yang memiliki peran strategis. Pertamina, sebagai danantara energi milik rakyat, seharusnya mendapatkan dukungan dari seluruh elemen bangsa agar mampu terus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Kami percaya Pertamina memiliki sistem pengawasan, pengujian, dan pengendalian mutu yang sangat ketat di setiap lini operasionalnya. Karena itu, isu pencampuran air dalam bahan bakar sebaiknya tidak langsung dipercaya. Apalagi dalam video yang beredar terdapat dugaan sabotase terhadap salah satu SPBU,” tambahnya.

Ajakan Literasi Digital dan Sikap Kritis di Era Informasi


Lebih lanjut, Syafrul mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda dan pengguna aktif media sosial  untuk lebih bijak dan kritis dalam menanggapi setiap informasi yang viral. Di era digital yang serba cepat,  masyarakat sering kali terjebak dalam penyebaran informasi tanpa verifikasi.

“Sikap bijak dalam bermedia sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai warga negara. Jangan sampai jari-jari kita justru ikut menyebarkan berita menyesatkan, karena dampaknya bisa besar terhadap kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi nasional,” tegasnya.

PP KAMMI menilai bahwa fenomena seperti ini harus disikapi secara rasional dan proporsional. Karena itu, ia menekankan pentingnya literasi digital (digital literacy) sebagai bagian dari pendidikan karakter dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Syafrul juga menegaskan PP KAMMI untuk terus mendorong kesadaran publik agar selalu melakukan cross-check terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang menyangkut lembaga publik strategis.

“Masyarakat sebaiknya memeriksa kebenaran berita dari sumber-sumber resmi. Jangan mudah terprovokasi oleh konten viral yang bisa saja memiliki motif tertentu. Mari kita serahkan sepenuhnya kepada Pertamina dan aparat berwenang untuk mengusut serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Dukungan terhadap Kedaulatan Energi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PP KAMMI menegaskan  untuk terus mendukung danantara strategis nasional, termasuk Pertamina, dalam menjaga kedaulatan energi dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa.

“Kita sedang berada di jalur menuju kedaulatan energi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, menjaga Pertamina berarti menjaga masa depan bangsa. Kami di PP KAMMI percaya, sinergi antara pemerintah, danantara, dan masyarakat adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Syafrul.

PP KAMMI juga mendorong agar pemerintah terus memberikan dukungan yang lebih besar kepada Danantara energi seperti Pertamina untuk memperkuat investasi dalam ristek, teknologi ramah lingkungan, serta pengembangan energi terbarukan. Langkah ini diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di sektor energi.

“Pertamina bukan sekadar perusahaan minyak dan gas, tetapi juga simbol kemandirian bangsa. Kita semua harus turut menjaga marwahnya dari isu-isu menyesatkan, terutama yang berpotensi melemahkan semangat kedaulatan energi nasional,” tutup Syafrul.