RIAU ONLINE - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan segera melakukan modernisasi terhadap 1.582 kapal tangkap nelayan di Indonesia.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, hal ini berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung program prioritas pemerintah di sektor swasembada pangan.
"Melalui Presiden Prabowo ini kita ditugaskan untuk melakukan modernisasi kapal tangkap. Beliau minta 1.582 (kapal yang dimodernisasi)," kata Trenggono, dikutip dari KUMPARAN, Selasa, 28 Oktober 2025.
Trenggono menambahkan, dukungan yang diberikan oleh KKP bertujuan untuk memperbarui alat produksi yang digunakan para nelayan, yang selama ini masih mengandalkan kapal-kapal tradisional.
"Nah ini harus diganti dengan yang modern, lebih higienis, dan seterusnya. Sehingga kualitas ikannya sendiri di kemudian hari akan setara dengan produksi yang dilakukan oleh negara-negara yang diwakili," ujarnya.
Sebelumnya, KKP juga akan akan melakukan pengadaan kapal pengawasan perikanan mengandalkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan pinjaman atau utang, serta hibah luar negeri.
Trenggono mengatakan, selain pengawasan yang kurang, jumlah kapal pengawas yang dimiliki pemerintah juga tidak sesuai dengan kondisi ideal, yakni baru 29 unit di seluruh Indonesia.
"Pengawasan kita cuma sekian hari. Kapalnya juga kurang. Luasan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, kapalnya itu cuma 29 unit, idealnya adalah 70," kata Trenggono.
Dirinya menambahkan, kapal-kapal yang dimiliki pemerintah juga masih kalah dari sisi teknologi. Trenggono juga berharap kebutuhan pengawasan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dilakukan dengan kapal berteknologi memadai.

