RIAU ONLINE - Indonesia akan kedatangan tiga pesawat tempur Rafale buatan Prancis pada Februari 2026.
"Rencananya antara Februari atau Maret (2026), kita akan menerima batch pertama tiga pesawat dulu," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Sabtu, 13 September 2025.
Pesawat tempur Rafale disebut akan ditempatkan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Pesawat tempur ini akan menambah kekuatan pertahanan udara TNI AU yang sebelumnya telah diperkuat beberapa pesawat tempur, seperti T-80, Hawk 100/200, Sukhoi Su-30, dan F-16.
Rafale merupakan pesawat andalan industri kedirgantara Prancis, merupakan perwujudan sempurna dari konsep kedaulatan nasional.
Menurut laman Dassault Aviation, seperti dilansir dari Suara.com, Senin, 15 September 2025, pesawat tempur ini merupakan hasil dari pengetahuan strategis perancangan dan kendali otonom penuh atas sistem tempur udara mutakhir untuk menjamin independensi operasional, sebuah syarat penting bagi keamanan dan pencegahan dalam menghadapi ancaman besar.
Sejak awal, Rafale dibuat sebagai sistem superioritas militer sejati, mampu menggabungkan superioritas udara, serangan darat, pencegahan nuklir, pengintaian, dan proyeksi kekuatan jarak jauh dalam satu misi.
Fleksibilitas ini, dipadukan dengan kapasitas pengembangan berkelanjutan berkat pembaruan berkala, memastikan Prancis memiliki perangkat militer mutakhir yang adaptif terhadap ancaman saat ini dan di masa mendatang.
Rafale dalam operasinya menunjukkan kemampuannya untuk beroperasi jauh dari wilayah asalnya, menggambarkan kebebasan tindakan strategis yang diberikannya kepada Prancis dan negara-negara yang menggunakannya.
Rafale dikenal sebagai jet tempur generasi 4,5 dengan kemampuan omnirole, artinya satu pesawat bisa menjalankan berbagai misi sekaligus: serangan udara, pengintaian, dukungan darat, hingga serangan jarak jauh.
Berikut spesifikasi pesawat tempur Rafale:
- Panjang 15,30 meter, lebar sayap 10,90 meter, tinggi 5,30 meter
- Kecepatan maksimum Mach 1,8 atau sekitar 1.900 km per jam
- Mesin ganda Snecma M88, masing-masing mampu menghasilkan dorongan 75 kN dengan afterburner
- Berat kosong sekitar 10 ton dengan beban lepas landas maksimal 24,5 ton
- Combat radius sekitar 1.850 km dan ferry range hingga 3.700 km dengan tangki tambahan
- Bisa membawa beban eksternal hingga 9,5 ton, termasuk rudal udara-ke-udara, bom pintar, rudal anti-kapal Exocet, hingga rudal jelajah jarak jauh SCALP/Storm Shadow
- Dilengkapi radar AESA RBE2, sistem peperangan elektronik SPECTRA, dan sensor inframerah OSF untuk meningkatkan kesadaran situasional pilot.

