5 Mantan Menteri Dapat Surat Khusus dari Prabowo, Ini Isinya

Prabowo-Instruksikan-Penyelidikan-Transparan-atas-Tewasnya-Affan-Kurniawan.jpg
Presiden Prabowo Subianto memberi keterangan terkait tewasnya pengemudi ojol, Affan Kurniawan akibat dilindas mobil taktis Brimob. (Youtube Sekretariat Presiden)

RIAU ONLINE - Presiden Prabowo Subianto mengirimi surat khusus kepada lima menteri yang kena perombakan dalam reshuffle kabinet beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.

Surat tersebut diunggah Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Minggu, 14 September 2025.

"Sedikit cerita dari minggu lalu..Berjumpa dengan lima menteri Kabinet Merah Putih yang telah menyelesaikan tugas. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan surat khusus dari Presiden Prabowo Subianto," demikian seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin, 15 September 2025.

Teddy menyebut surat tersebut disusun langsung oleh Prabowo, yang berisikan ucapkan terima kasih.


"Surat tersebut disusun langsung oleh Presiden sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi besar para menteri bagi negeri, selama menjalankan amanah sebagai bagian dari keluarga Kabinet Merah Putih," demikian seperti dikutip.

Sementara itu, kursi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masih kosong dan belum ada yang menjabat secara definitif, pasca reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Jabatan Menko Polkam diisi oleh Budi Gunawan, dan kini digantikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menko Polkam ad interim. Sementara itu, posisi Menpora sebelumnya dijabat oleh Dito Ariotedjo.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo pun buka suara mengenai rencana pelantikan dua jabatan menteri definitif.

"Tunggu waktunya," kata dia saat meninjau Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, Kamis, 11 September 2025.

Prabowo pun enggan menjelaskan secara rinci alasan belum melantik menteri definitif di dua jabatan tersebut.