Fokus Cari Pasar Alternatif, Indonesia Tak Balas Tarif Trump

Menlu-RI-di-pertemuan-BRICS1.jpg
Menteri Luar Negeri Sugiono (Foto: Kementerian Luar Negeri RI)

RIAU ONLINE - Negara-negara ASEAN sepakat untuk memperkuat kerja sama kawasan, sebagai respon terhadap tekanan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif tinggi yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurut Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Sugiono, ASEAN memutuskan untuk  mencari alternatif pasar dalam menghadapi situasi global saat ini.

“Bagaimana bukan menghilangkan ketergantungan tapi cari (pasar) alternatif menghadapi situasi ekonomi global seperti ini,” kata Sugiono, dikutip dari KUMPARAN, Rabu, 9 Juli 2025. 

“Dan tadi semua menyampaikan concern yang sama bahwa ASEAN wilayah yang besar, ada 700 juta penduduknya, merupakan pasar yang besar,” paparnya.


Meski isu tarif tidak dibahas secara spesifik, Sugiono menegaskan bahwa tidak ada rencana pembalasan atau retaliasi terhadap AS. Sebaliknya, para Menlu mendorong penguatan ekonomi masing-masing negara di ASEAN.

“Kita tidak membahas tarif secara detail, dan saya kira masing-masing negara punya mekanisme negosiasi. Tapi intinya, kita setuju tidak ada retaliasi, kemudian bagaimana memperkuat istilahnya ekonomi kita masing-masing sebagai negara ASEAN,” ucap Sugiono.

Mengenai potensi diversifikasi pasar Indonesia, Sugiono menegaskan pentingnya mengenali kekuatan dalam negeri sebelum terlalu bergantung pada pasar global tertentu.

Ia pun menilai langkah Presiden Prabowo saat ini untuk membangun kemandirian di sektor pangan, energi, dan investasi sumber daya manusia sudah berada di jalur yang tepat.

“Kita (Indonesia) ingin bisa Swasembada. membangun kekuatan ekonomi yang nggak bergantung pada siapa pun dan tetap bisa menjaga hubungan luar negeri dengan baik,” tutup Sugiono.