Warganet Meradang Sandiaga Uno Minta Masyarakat Hidup Secukupnya: Ngomong Doang Gampang Pak

puncak-kompe.jpg
(WAYAN/ RIAUONLINE)


RIAUONLINE - Warganet mencela Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, setelah dirinya mengunggah pesan tentang kenaikan harga BBM.

Sandiaga Uno dalam akun Twitternya menuliskan bahwa sebenarnya hidup adalah hal yang mudah. Tapi, terkadang gengsi membuat hidup masyarat jadi sulit.

“Mari kita coba terapkan 'hidup secukupnya'. Setuju enggak kalau hidup ini sebenarnya mudah, tapi gengsi membuatnya begitu susah,” cuit Sandiaga Uno dalam Twitternya, mengutip Suara.com, Kamis, 8 September 2022.

Dalam video yang diunggahnya itu, Sandiaga Uno dalam sebuah seminar berpidato membandingkan kondisi kenaikan BBM saat ini dengan yang pernah terjadi sebelumnya. Namun, kenaikan kala itu justru membuat banyak pola hidup masyarakat menjadi lebih sederhana.

“2005, 2006 mungkin masih ada yang ingat harga BBM naik 100 persen, ternyata kenaikan saat itu pola hidup masyarakat berubah. Kita ubah tadinya tiap hari berjas ria, jadi pakai batik. Kita ganti mobil yang tadinya mobil mewah, kita ganti jadi mobil ramah lingkungan, Sekarang ada peluang juga mengubah pola pikir kita” ucap Sandiaga Uno dalam pidatonya

 

 

Menurutnya, dengan mengubah pola pikir untuk hidup secukupnya dapat membantu UMKM.

Selain itu, kata dia pola pikir hidup secukupnya juga bisa menjadi peluang bagi generasi muda memikirkan usaha dan menciptakan lapangan kerja.

“Sekarang saatnya kita mengubah pola pikir kita, bagaimana reorientasi subsidi BBM itu lebih dibagikan kepada UMKM dan harus merata. Saat yang tepat juga untuk generasi muda mulai memikirkan memulai usaha, kita ambil peluang ciptakan lapangan kerja,” tutup Sandiaga Uno.

Warganet lantas membanjiri cuitan Sandiaga Uno tersebut. Beberapa warganet mengatakan bahwa ucapanna bukanlah sesuatu yang mudah. Menurut warganet, konsep hidup secukupnya yang disampaikan Sandiaga Uno hanya mudah bagi orang yang terlahir kaya.

“Mentang-mentang tidak miskin, semaunya deh,” komentar @muhra*****s.

 

 

“Menurut saya tidak akan bisa pak, karena masih ada parasit (koruptor) yang masih menempel pada sistem pemerintahan, dan 1 lagi pak ketidakjelasan ditiap kebijakan yang cenderung mendominan pada suatu kepentingan tersendiri selain kepentingan masyarakat,” komentar akun @Kenta*****bes.

“Ngomong doang mah gampang pak,wkwkk,” komentar akun @hiday*****yu11.

“Harus merata nya itu yang sulit pak, ada ratusan juta jiwa penduduk negara ini, dan itu artinya ada ratusan karakter juga, belum lg pejabat2 sekarang dengan mudahnya korupsi, sebuah mission impossible untuk merata seperti yg bapak katakan,” komentar akun @ah****dmk membalas cuitan Sandiaga Uno tersebut.