Achmad Purnomo Bantah Tawari PSI Rp 1 Miliar agar Diusung di Pilkada Solo

Achmad-Purnomo5.jpg
(Solopos/Akhmad Ludiyanto)

RIAU ONLINE, SOLO-Suhu pilkada kota Solo makin panas dengan adanya isu upaya penyuapan yang dilakukan waki wali kota Solo.

Achmad Purnomo menepis dan Indro Susanto membantah kabar menawarkan uang senilai Rp1 miliar kepada PSI agar mengusung mereka maju di Pilkada Solo 2020.

Bahkan Purnomo menegaskan praktik seperti itu mencederai demokrasi.

"Soal seperti itu saya ndak setuju sama sekali," tegasnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu 5 Agustus 2020.

Purnomo dan Anung mengaku tidak pernah mengirim utusan untuk melobi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo agar mengusung mereka sebagai cawali-cawawali Solo di Pilkada 2020.

“Panjenengan tanya sana noh, aku sama sekali ndak tahu,” ujar Purnomo yang juga Wakil Wali Kota Solo itu.

Jadi Jutawan, Mbah Minto Klaten Hidup Nyaman

Tak hanya soal tawaran uang kepada PSI, kader PDIP Solo itu bahkan mengaku tidak tahu ada gerakan politik untuk mengusung dirinya berpasangan dengan Anung Indro Susanto di Pilkada 2020.

Dia pun menyarankan wartawan untuk meminta penjelasan lebih jauh kepada pihak yang memberi informasi.

“Saya enggak tahu. Saya malah ndak tahu ada Purnomo-Anung. Ya tanya saja ke Mas Yoga, saya benar-benar ndak mengerti kok,” tutur Purnomo.

Nyeker Saat Ketemu Megawati, Ini Alasan Gibran

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo, mengaku mendapat tawaran uang hingga Rp1 miliar agar mau menjadi partai mengusung pasangan Purnomo-Anung. Yogo tidak menyebut secara spesifik siapa yang memberikan tawaran tersebut. Dia hanya menyebut mereka itu tokoh-tokoh politik di Kota Solo.

“Menurut kami nilainya fantastis. Sebagai pendatang baru, tanpa underestimate [memandang remeh], kami merasa nilai yang ditawarkan di luar dugaan. Apalagi PSI hanya punya satu kursi di DPRD,” ujar Ketua DPD PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo, kepada Solopos.com.

Jangan Besuk! Ada Positif Covid-19 Karanganyar Tertular di Rumah Sakit

Ketua DPD PSI Solo itu menjelaskan orang-orang yang mengaku sebagai kelompok pengusung Purnomo dan Anung di Pilkada 2020 merupakan tokoh-tokoh politik Solo.

“Mereka memperkenalkan diri sebagai tim dari pasangan Purnomo-Anung,” urai dia.