Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Dipecat PDIP karena Lakukan Manuver Politik

Akhyar-Nasution.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, MEDAN-Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution dipecat PDIP sebagai kader.

PDIP menganggap Akhyar telah berkhianat dengan menjadi kader partai Demokrat. Hal itu diduga dilakukan karena tidak diusung PDIP di Pilwalkot Medan.

Plt Ketua DPD Partai PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat mengatakan, langkah Akhyar memilih berlabuh ke Partai Demokrat dinilai sebuah pengkhianatan.

Untuk itu, PDIP akan memberikan sanksi tegas dengan memecat Akhyar sebagai kader.

"Dia mengkhianati partai yang selama ini membesarkannya. Dia mungkin melupakan hal itu karena keburu nafsu dan ambisi kekuasaan yang kelewat besar," ujarnya.

Djarot menegaskan, mahkamah partai secara otomatis akan mengusulkan pemecatan Akhyar setelah berlabuh ke Demokrat.

Selain sudah berkhianat, Akhyar juga dinilai tidak patuh terhadap perintah partai.

"Dia melakukan sejumlah manuver politik, rekomendasi partai juga belum turun sampai saat ini," katanya.

Menurutnya, ke depan akan sulit bagi sosok yang sudah dipecat kembali ke PDIP.

"Untuk balik lagi sebagai anggota partai harus melalui proses di kongres partai," ucapnya.

Sementara itu, Djarot masih belum bersedia membeberkan terkait calon yang akan diusung PDIP di Pilkada Medan 2020. Dia berjanji, akan mengumumkan nama yang diusung pada akhir Juli.

Artikel ini sudah terbit di iNewsSumut.id