Warga Ramai-ramai Tolak Bansos karena yang Dapat Tidak Merata

Ridwan-Kamil-saat-melihat-Bantuan-sosial.jpg
(Liputan6.com)

RIAU ONLINE, BANDUNG-Warga menolak bantuan sosial yang dibagikan Pemprov Jawa Barat. Warga di RW 8 Kecamatan Bojongloa Kaler, Kelurahan Kopo, Kota Bandung, menolak bantuan sosial karena dianggap bantuan yang diberikan tidak merata.

Aksi penolakan warga tersebut direkam melalui ponsel dan beredar di media sosial. Sebagaimana diketahui, penyaluran bansos dari Pemprov Jabar melibatkan PT Pos dan ojek online (ojol).


Melalui rekaman video berdurasi 1 menit 13 detik, terlihat percakapan antara seorang warga yang menolak pemberian bantuan dengan petugas PT Pos.
Warga tersebut menolak lantaran khawatir menjadi sasaran warga lain yang tidak menerima bantuan.

 

"Abdi ge beban da nyandakna duaan kitu (saya beban soalnya bawanya dua). Daripada abdi janten sasaran masyarakat, mending sadayana we ulah kenging lah nya (daripada saya jadi sasaran warga, lebih baik semuanya saja enggak perlu dapat)" kata seorang warga.
"Tolak, tolak," timpal warga lain.

"Ka Pak Ridwan Kamil uihkeun deui we lah kitu (ke Pak Ridwan Kamil kembalikan lagi saja gitu)" sambung warga.
Saat dikonfirmasi, Camat Bojongloa Kaler, Ayi Sutarsa, mengatakan warga yang menolak tak enak dengan warga lainnya. Sebab bansos yang disalurkan hanya untuk 2 KK.


Padahal, banyak warga lainnya di wilayah tersebut yang membutuhkan bantuan. Penolakan itu terjadi pada Selasa 21 April 2020. 
Ayi mengaku baru mengetahui peristiwa itu pada Rabu 22 April.

Bansos itu diketahui belum sampai pada warga yang disasar. Petugas PT Pos baru sempat bertanya-tanya alamat ke warga setempat. Ketua RW 8 sempat datang, tapi akhirnya memutuskan untuk turut menolak agar tak menjadi persoalan yang lebih besar.

"Pemikiran Pak RW, daripada menjadi permasalahan yang lebih besar di wilayahnya, untuk sementara ditolak dulu," kata dia.


Ayi menyatakan belum ada koordinasi lebih lanjut dengan Pemprov Jabar terkait peristiwa tersebut. Sementara, pihaknya bakal memperbarui kembali data warga yang butuh bantuan agar sesuai. "Sambil kita lihat data selanjutnya (diperbarui)" pungkas dia seperti yang dikutip dari Kumparan.com

-->