Bawa-bawa Suku Jawa, Politisi Partai Demokrat Berang ke Wakil Ketua MPR

Hidayat-Nur-Wahid.jpg
(Wikipedia)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid diktritik politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean karena bawa-bawa suku jawa dalam cuitannya. Ferdinan merasa cuitan Hidayat Bur Wahid itu berbau isu SARA.

Ia bertanya-tanya mengapa mantan ketua MPR itu membawa-bawa identitas suku Presiden RI yang merupakan orang Jawa.

"Kenapa harus bawa-bawa suku ya? Duh!" tulis Ferdinand via akun Twitter-nya @FerdinandHaean2.

Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter).

 

Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter).

Hidayat Nur Wahid dicap rasis oleh warganet karena cuitannya menyeret identitas Presiden RI orang Jawa. Padahal, cuitan tersebut semula membahas permasalahan corona.

"Biasanya sih orang Jawa nggak mau kalah, Bang. Kita tunggu kenegarawanan berikut dari Presiden RI, dan selamatnya rakyat dan negara Indonesia dari 'teror' virus corona (COVID-19)," tulis Hidayat Nur Wahid via akun Twitter-nya @hnurwahid.

Pernyataan tersebut awalnya merupakan tanggapan dari cuitan mantan Menko Maritim Rizal Ramli yang tengah membahas polemik Ibukota baru di tengah krisis corona.

"Habibie luar biasa, passion dan egonya N-259 beliau korbankan demi tujuan bersama. Sehabis itu, RR bantu sehatkan IPTN, restrukturisasi utang, perbaiki manajemen, transformasi jadi DI. Kira-kira @jokowi berani menghentikan Ibukota baru ndak ya wong APBN saja ngos-ngosan?" tulis @RamliRizal via Twitter.

 Namun, warganet sontak meradang dan menilai Hidayat Nur Wahid rasis karena tanggapannya atas cuitan Rizal Ramli berbau SARA.

Selain dari Ferdinand, respon lain atas cuitan tersebut datang dari pengguna Twitter @Bengkeltanah.

"Sekelas HNW omong rasis, terus kalau aku orang Jawa kamu mau apa? Mau Jawa, Madura, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, sampai Papua pun semua warga negara Indonesia. Harus segera dihentikan ucapan HNW yang rasis ini. Jangan sampai menimbulkan persoalan hukum. Jelas ini rasis," tulisnya.