Ini Wajah Pria yang Culik dan Cabuli Anak, Videonya Bikin Darah Mendidih

Penculik-Anak.jpg
(Penculik Anak/(Instagram/jogja_ig))

RIAU ONLINE, YOGYAKARTA-Video seorang pria yang mncullik dan mencabuli anak kecil beredar di media sosial. Peristiwa penculikan seorang anak perempuan itu terjadi di kawasan Kotagede, Yogyakarta, Kamis 13 Maret 2020.

Diunggah oleh akun instagram @jogja_ig, video tersebut memperlihatkan seorang laki-laki mengenakan kaos kuning terlihat membonceng seorang anak perempuan.

Terduga pelaku kemudian berhenti tak jauh dari sebuah gang pintu setelah anak perempuan tersebut menangis dan berteriak minta tolong. Sesaat kemudian, setelah mendudukkan korban, terduga pelaku terlihat melakukan sesuatu pada anak perempuan tersebut.

Dalam video yang diduga berasal dari rekaman CCTV tersebut juga menunjukkan waktu pukul 15.00.

"Si Penjahat Anak Kecil "Basmi-Brantas" musnahkan dari muka bumi ini. Hati-hati marak penculikan (pencabulan) kejadian kmrin Sore. Nama : An. "A". Orang tua : Ibu " SK". Alamat : Gendong kuning Rejo winangun Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. Kronologi dibawa orang tidak dikenal. Alhamdulillah karena nangis dan teriak-teriak akhirnya anak diturunin, pelaku menggunakan sepeda motor jenis Supra warna hitam orange nopol K 2100 KG. Source : Agus Santoso," tulis akun @jogja_ig.

Unggahan tersebut memancing reaksi amarah dari warganet.

"Ya Alloh sakit banget hati aku liat anak kecil digituin, ya Alloh terkutuk banget," tulisk akun lia92agustina.

Warganet yang lain juga meminta kepada pihak yang berwajib untuk segera mengusut kejadian tersebut.

"Saya mohon pak polisi usut tuntas kasus ini," tulis akun gatoet_115cc.

Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah dikomentari ratusan warganet. Kepada orang tua agar lebih memperhatikan putra dan putri anda. Apabila ada orang asing terlihat mendekati anak anda, lebih baik untuk membawa anak anda guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan lupa pula untuk mengingat nomor polisi sepeda motor terduga pelaku penculikan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com