Anjani Bee, Gadis Bertato Burung Hantu, Naik Grab Sebelum Ditemukan Tewas Telanjang

Intan-Marwah-Sofiyah-20Anjanii-Bee-pemilik-tatto-burung-hantu.jpg
(Facebook akun Anjanii Bee)

RIAU ONLINE, BANDUNG-Petugas kepolisian mengatakan sebelum ditemukan tewas mengenaskan dengan banyak luka dan kondisi setengah telanjang, Anjani Beeb atau Intan Marwah Sodipah (18) sempat memesan ojek online. Dia berangkat dari kostnya untuk menuju ke sebuah tempat.

Hal itu diketahui dari CCTV yang diperoleh dari kost perempuan 18 tahun bernama Intan Marwah Sofiah itu. Mayat Anjani Bee ditemukan tewas di selokan Jalan Raya Lembang-Bandung, beberapa waktu lalu.

CCTV yang disita di antaranya dari tempat kost Anjani Bee, kemudian perjalanan korban menggunakan ojek online jenis Grab ke suatu tempat. Namun polisi merahasiakan tujuan Anjani Bee.

"Mulai dari kostan korban, tempat korban diturunkan di satu tempat, saat korban pergi naik Grab, dan juga dalam perjalanan menuju tempat pembuangan," kata Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat  13 Maret 2020.

"Ada petunjuk saya tidak bisa menjelaskan masih dalam penyelidikan," sambung Yoris menambahkan.

 

Intan Marwah Sofiyah2

Dok Pribadi

Polisi sudah tahu sosok pembunuh Anjani Bee. Kini polisi masih melengkapi bukti tambahan untuk memperkuat tuduhan ke para terduga pembunuh.

Satreskrim Polres Cimahi mengaku, telah berhasil mengidentifikasi beberapa orang yang diduga merupakan pelaku, pembunuhan terhadap belia asal Kabupaten Subang itu.

"Polisi semakin yakin kita sudah mengetahui beberapa orang pelaku, tapi kita masih meyakinkan bukti-buktinya," kata Yoris.

Untuk mengusut pembunuhan ini pun, Polres Cimahi telah membentuk tim yang merupakan gabungan dari Polrestabes Bandung dan Polda Jabar.

Selain itu dia juga menjelaskan jika, Anjani Bee diduga sudah tewas selama 12 jam sebelum ditemukan tewas mengenaskan dengan posisi telanjang dada.

Mayat wanita bertato

Dok Polisi

"Kemungkinan hasil dari autopsi jenasah meninggal dari lebih dari 12 jam," kata Yoris.

Dirinya juga menyakini, jika lokasi tempat jasad Intan ditemukan, bukan menjadi tempat pembunuhan terjadi. Pasalnya pihaknya telah melakukan beberapa kali olah tempat kejadian, namun tidak ditemukan bekas adanya penganiayaan di lokasi jasad Intan ditemukan.

"Di Lembang jelas buangan, karena berapa kali kita lakukan olah TKP di sana, kita tidak temukan ada darah dan bekas penganiayaan," ucap dia