Reaksi Dr Terawan Terhadap Orang yang "Doakan" agar Indonesia Terjangkit Corona

Menteri-Kesehatan-dokter-Terawan-saat-inspeksi-ke-Gedung-BRI-2.jpg
(Irfan Adi Saputra/kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Dr Terawan tak mau ambil pusing soal orang yang tidak yakin soal kemampuan Indonesia untuk mendeteksi virus corona (COVID-19). Yang pasti hingga saat ini, katanya, memang belum ada kasus positif virus corona di tanah air.


"Orang meragukan terserah dia, masak saya harus bilang kamu jangan meragukan. Tidak boleh. Lihat saja sendiri, cek sendiri itu benar apa tidak. Karena itulah nomor satu kenyataannya bagaimana, apa yang kita lihat, realitanya seperti apa, itu yang lebih penting dibandingkan saling jawab menjawab," kata Menkes Terawan ketika ditemui sebelum terbang ke Natuna di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2).


Sejauh ini, kata Menkes Terawan, sesuai realita Indonesia belum memiliki kasus positif virus corona. Terawan juga mengatakan peralatan yang dimiliki Indonesia sudah mumpuni sesuai dengan standar untuk memeriksa apakah pasien terinfeksi penyakit itu atau tidak.


Sejauh ini, sudah beberapa orang diduga terinfeksi virus corona (COVID-19), tapi semuanya diumumkan negatif untuk penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.


Terawan mengatakan pemerintah akan terus berusaha melakukan pemeriksaan sesuai proses yang ada di lokasi manapun di Indonesia dan akan terus memantau kondisi-kondisi yang ada.


Pada akhir pekan lalu, beredar spekulasi yang menyatakan bahwa virus corona sebenarnya telah masuk ke Indonesia. Spekulasi ini pertama disampaikan oleh tim peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health di Amerika Serikat, dan telah dipublikasi di layanan arsip pra-publikasi ilmiah online medRxiv pada 5 Februari 2020.


Artikel berjudul 'Using predicted imports of 2019-nCoV cases to determine locations that may not be identifying all imported cases' berupaya untuk mengidentifikasi kemungkinan lokasi yang telah terpapar virus corona, namun belum terdeteksi atau belum diumumkan secara resmi. Salah satunya Indonesia.

Artikel ini sudah tebrit di Kumparan.com

-->