Istri Pertama Jamaludin, Cut Armayani, Menangis Lihat Rekonstruksi Pembunuhan

Cut-Armani-mantan-istri-pertama-Hakim-Jamaluddin.jpg
(Rahmat Utomo/kumparan)

RIAU ONLINE, MEDAN-Mantan istri pertama Hakim PN Medan Jamaludin, Cut Armayani (45), berlinang air mata turut menyaksikan rekonstruksi pembunuhan mantan suaminya.

Dia memilih menunggu di tenda daripada melihat itu di Perumahan Royal Monaco, Kota Medan, Kamis 16 Januari 2020.54 reka adegan rekosntruksi.


Cut tak mau berkomentar lebih banyak mengenai peristiwa nahas yang menimpa mantan suaminya itu. Dia menyerahkan seluruh proses hukum kasus itu kepada pihak yang berwajib.


"Apa pun itu yang terbaiklah. Saya tidak bisa komentar apa pun,” ujar Cut saat ditanya wartawan.
Cut Armayani

Cut juga enggan berkomentar dan ikut campur terkait biduk rumah tangga Jamaluddin dan istri keduanya, Zuraida Hanum.


Meski demikian, Cut mengatakan, selama ini tetap menjalin komunikasi dengan Jamaluddin, namun hanya sebatas membicarakan kedua anak mereka, Kenny Akbari (23) dan Rajid Fandi Jamal (18).


"Komunikasi pernah, tidak sering, karena bagaimanapun beliau adalah bapak anak-anak saya. Apa pun tentang anak saya, saya tanya beliau,” ujarnya.


Meski sudah bercerai 14 tahun, menurut Cut, Jamaluddin adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab kepada anak-anaknya.


"Beliau orang baik. Beliau tahu tanggung jawabnya. Jangankan anak kandung, anak tirinya juga ditanggunjawabinya,” terang Cut.


Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado di perkebunan sawit di Kabupaten Deli Serdang, pada 29 November 2019 lalu. Aktor di balik pembunuhan ini adalah istri Jamaluddin.

Pembunuh Jamaluddin adalah istrinya, Zuraida. Dia dibantu oleh dua orang eksekutor, yakni Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.


Zuraida mengaku nekat menghabisi suaminya karena tidak tahan dengan tingkah laku Jamaluddin. Ia mengatakan, Jamaluddin kerap berselingkuh dengan wanita lain.


"Dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya dan mengadu ke kakak kandungnya, adik kandungnya, tapi mereka tak berdaya apa-apa," ujar Zuraida saat proses rekonstruksi di Warung Every Day, Medan, Senin (13/1).

Artikel ini sudah terbit di Suara.com

-->