Aktual, Independen dan Terpercaya


Keponakan Wagub Riau Terjebak Badai saat Mendaki Gunung Marapi

Evakuasi-4-Pendaki-Gunung-Marapi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Keponakan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Afrizal Nasution, Muhammad Satri bersama tiga rekannya terjebak badai saat mendaki Gunung Marapi, di kawasan administrasi Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

Ayah Muhammad Satri, Yan Natar Nasution kepada RIAUONLINE.CO.ID menceritakan, anaknya berangkat bersama tiga kawannya mendaki Gunung Marapi. 

"Namun, tadi malam, Satri terjebak badai. Pagi ini sudah mulai turun menuju ke bawah. Saya dalam perjalanan menuju ke Bukittinggi," kata Yan Natar, Minggu, 20 Oktober 2019.  

Selain Muhammad Satri, ketiga pendaki lainnya antara lain Aditya Bayu Nugraha (22), Fajri Setiawan (22), dan Rahmat Taufik (22). Mereka mahasiswa Pekanbaru, Riau, mendaki Gunung Marapi sejak Sabtu sore, 19 Oktober 2019.

Yan Natar mengatakan, kondisi anak dan ketiga rekannya tersebut, sehat, walau sempat mengalami hipotermia. 

 

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) diketahui telah berhasil menemukan para korban dan kini dalam perjalanan.

“Kabarnya memang iya (keponakan Wakil Gubernur Riau). Atas nama Muhammad Satri,” ujar Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra, dilansir dari langgam.id

Ia mengungkapkan, informasi ada pendaki terjebak badai di gunung setinggi 2.981 meter di atas permukaan laut (mdpl), diperoleh dari Sabtu malam. Selanjutnya, 12 personel dikerahkan mengevakuasi para korban.

“Mereka minta tolong diturunkan. Kami sudah berangkat tadi malam. Sekarang tim sudah menemukan empat pendaki ini, tidak ada cidera, sehat semua, walaupun mengalami kedinginan. Empat pendaki tidak sampai hipotermia,” katanya.

Tim Basarnas yang telah menemukan empat pendaki, langsung memberikan pertolongan agar suhu badan mereka. Secara keseluruhan, kondisi pendaki tersebut telah stabil dan turun dengan dibimbing petugas tanpa ditandu.

“Menuju turun ke bawah bersama tim sekarang. Pendaki ini enggak ditandu, jalan sendiri karena kondisi semua alhamdulilah sehat. Terkait berapa lama sebelumnya terjebak badai kami kurang tahu juga, yang jelas pendaki ini melapor sekitar pukul 21.00 WIB,” pungkasnya